COVID-19 AS Masih Terparah di Dunia, 776 Meninggal dalam 24 Jam

Senin, 11 Mei 2020 - 09:17 WIB
loading...
COVID-19 AS Masih Terparah...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pandemi COVID-19 di Amerika Serikat (AS) masih tercatat sebagai yang terparah di dunia hingga hari ini, Senin (11/5/2020). Data real-time John Hopkins University (JHU) mencatat 776 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

Data JHU yang dikutip SINDOnews.com menunjukkan 1.329.255 orang di AS positif terinfeksi virus corona baru penyebab COVID-19. Dari jumlah itu, 79.525 di antaranya meninggal dan 216.169 pasien berhasil disembuhkan.

Sedangkan data online versi worldometers menunjukkan 1.367.638 orang di AS positif terinfeksi COVID-19, dengan 80.787 di antaranya meninggal dan 256.336 pasien berhasil sembuh. (Baca: COVID-19 Dunia 11 Mei: 4,1 Juta Positif, 283.850 Meninggal, 1,4 Juta Sembuh )

Sebagai perbandingan, Spanyol memiliki 264.663 kasus infeksi dengan 26.621 kematian dan 176.439 pasien sembuh. Kemudian Inggris memiliki 219.183 kasus infeksi dengan 31.855 kematian dan jumlah pasien sembuh masih dalam pendataan. Selanjutnya, Italia memiliki 219.070 kasus infeksi, dengan 30.560 kematian dan 105.186 pasien disembuhkan.

Angka kematian harian terkait pandemi COVID-19 dari JHU itu merupakan angka kematian harian terendah sejak Maret.

Parahnya pandemi di AS memicu mantan Presiden Barack Obama melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah Presiden Donald Trump. Obama, dalam kampanye untuk kandidat presiden Joe Biden, menyebut respons pemerintah terhadap pandemi sudah sangat kacau. (Baca juga: Intelijen Lima Mata Tunjukkan Bagaimana China Tipu Dunia soal COVID-19 )

“Itu akan menjadi buruk bahkan dengan yang terbaik dari pemerintah. Ini benar-benar bencana yang kacau ketika pola pikir itu—tentang 'apa untungnya bagi saya' dan 'untuk bergaul dengan orang lain'—ketika pola pikir itu dioperasionalkan dalam pemerintahan kita," kata Obama, seperti dikutip Reuters.

"Karena itu, omong-omong, saya akan menghabiskan waktu sebanyak yang diperlukan dan berkampanye sekuat tenaga untuk Joe Biden," katanya.

Kantor Obama menolak berkomentar atas kritik tersebut. Gedung Putih juga belum berkomentar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved