AS Sanksi Menteri Intelijen Iran atas Dugaan Pelanggaran HAM

Kamis, 19 November 2020 - 18:50 WIB
loading...
AS Sanksi Menteri Intelijen...
Sanksi baru ini menargetkan Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi dijatuhi sanksi dan Bonyad Mostazafan, organisasi yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi spirital Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dilaporkan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran atas dugaan pelanggaran HAM. Sanksi baru ini menargetkan Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi dijatuhi sanksi dan Bonyad Mostazafan, organisasi yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi spirital Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Alavi dituduh menggunakan portofolio kementeriannya untuk menindak para pengunjuk rasa selama protes berdarah pada November 2019. Sedangkan Bonyad Mostazafan dijadikan kedok oleh Khamenei untuk memberi "penghargaan" kepada sekutu-sekutunya. ( Baca juga: Tolak Politik Uang untuk Pilkada yang Bermartabat )

"Pemimpin Tertinggi Iran menggunakan Bonyad Mostazafan untuk memberi hadiah kepada sekutunya dengan dalih amal. AS akan terus menargetkan pejabat utama dan sumber penghasil pendapatan yang memungkinkan penindasan rezim terhadap rakyatnya sendiri," ucap Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa sanksi ini bukanlah sanksi terakhir pemerintahan Donald Trump terhadap Iran. Dia menyebut, akan ada sanksi baru dalam beberapa pekan ke depan. ( Baca juga: Iran: Biden Bisa Cabut Sanksi dengan Tiga Perintah Eksekutif )

"Di bulan-bulan terakhir sisa-sisa pemerintahan Trump, akan ada sanksi baru terhadap Iran," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (19/11/2020).

"Selama beberapa minggu dan bulan mendatang, kami akan memberlakukan sanksi baru terhadap Iran, termasuk menggunakan otoritas nuklir, kontraterorisme dan HAM kami, yang masing-masing mencerminkan berbagai perilaku jahat yang terus berasal dari rezim Iran," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Serangan AS Masuki Hari...
Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk
Trump Tuduh Rusia Ikut...
Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!
Rekomendasi
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Mikel Merino, Supersub...
Mikel Merino, Supersub yang Tak Ingin Kejar Popularitas
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved