Pompeo Sebut Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Hanyalah Langkah Awal

Rabu, 18 November 2020 - 14:37 WIB
loading...
Pompeo Sebut Gencatan...
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan gencatan senjata ini hanyalah awal dari proses damai yang sebenarnya. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku menyambut baik penghentian permusuhan antara Armenia dan Azerbaijan terkait konflik di Nagorno-Karabakh . AS mengatakan gencatan senjata ini hanyalah awal dari proses damai yang sebenarnya.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington menyerukan diakhirinya kekerasan dari awal permusuhan baru-baru ini dan mengutuk eskalasi militer yang mematikan antara kedua tetangga tersebut. ( Baca juga: Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Laut AS Sukses Hancurkan ICBM )

"Mengakhiri pertempuran baru-baru ini hanyalah langkah pertama untuk mencapai penyelesaian damai yang dinegosiasikan dari konflik Nagorno-Karabakh," kata Pompeo, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (18-11-2020)

Dia kemudian mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai USD 5 juta untuk mendukung operasi Komite Internasional Palang Merah dan mitra organisasi internasional, dan non-pemerintah lainnya untuk membantu orang-orang yang terkena dampak pertempuran di wilayah tersebut. ( Baca juga: Masih Terguncang, Pengungsi Etnis Armenia Kembali ke Nagorno-Karabakh )

Seperti diketahui, Armenia dan Azerbaijan, dengan ditengahi Rusia, kembali mencapai gencatan senjata pada tanggal 10 November lalu. Armenia, berdasarkan kesepakatan itu, setuju untuk menarik pasukan mereka dari Nagorno-Karabakh serta menyerahkan sejumlah wilayah ke Azerbaijan.

Berdasarkan perjanjian itu juga, Azerbaijan dan Armenia akan berhenti di posisi mereka saat ini dan bertukar tahanan, dan hampir 2.000 penjaga perdamaian Rusia akan dikerahkan ke Nagorno-Karabakh. Rusia telah mengirim lebih dari 1.100 penjaga perdamaian ke wilayah tersebut bersama dengan 1.168 peralatan militer dan pendukung.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved