Bersitegang dengan Iran, AS Pindahkan Skuadron F-16 ke UEA
Rabu, 18 November 2020 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, dengan laporan bahwa Presiden AS Donald Trump pekan lalu mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas nuklir di Iran.
Para pejabat senior menghalangi Trump untuk bergerak maju dengan serangan militer, memperingatkannya bahwa serangan semacam itu dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas pada minggu-minggu terakhir masa kepresidenannya, tulis The New York Times.
Target yang paling mungkin dari serangan semacam itu adalah Natanz, di mana IAEA melaporkan bahwa persediaan uranium Teheran sekarang 12 kali lebih besar dari yang diizinkan di bawah perjanjian nuklir yang ditinggalkan Trump pada 2018, tiga tahun setelah ditandatangani dalam sebuah penawaran untuk membatasi kemampuan nuklir Iran.(Baca juga: Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran )
Persaingan selama puluhan tahun antara Iran dan AS semakin intensif di bawah Presiden Trump, terutama setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran pada 2018 dan memberlakukan sanksi keras terhadap negara itu.
Kedua negara nyaris berperang setelah pembunuhan komandan Iran Qasem Soleimani pada Januari lalu.
Para pejabat senior menghalangi Trump untuk bergerak maju dengan serangan militer, memperingatkannya bahwa serangan semacam itu dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas pada minggu-minggu terakhir masa kepresidenannya, tulis The New York Times.
Target yang paling mungkin dari serangan semacam itu adalah Natanz, di mana IAEA melaporkan bahwa persediaan uranium Teheran sekarang 12 kali lebih besar dari yang diizinkan di bawah perjanjian nuklir yang ditinggalkan Trump pada 2018, tiga tahun setelah ditandatangani dalam sebuah penawaran untuk membatasi kemampuan nuklir Iran.(Baca juga: Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran )
Persaingan selama puluhan tahun antara Iran dan AS semakin intensif di bawah Presiden Trump, terutama setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran pada 2018 dan memberlakukan sanksi keras terhadap negara itu.
Kedua negara nyaris berperang setelah pembunuhan komandan Iran Qasem Soleimani pada Januari lalu.
(ber)
Lihat Juga :