Trump Didesak Pecat Bos CIA atas Tuduhan Biarkan Kecurangan Pilpres AS
Selasa, 17 November 2020 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataannya menggemakan komentar yang dibuat oleh Presiden Donald Trump dalam rangkaian tweet terbarunya, di mana dia secara khusus mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai "Dominion Voting Systems yang dimiliki radikal kiri".
"AS tidak dapat mengizinkan hasil palsu mail-in-election 2020 untuk berdiri," kata Trump. (Baca juga: Setelah Akui Biden Menang Pilpres AS, Trump Mentweet: Saya Menang! )
Klaim itu muncul setelah presiden men-tweet bahwa rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden "menang karena pilpres dicurangi". Namun, dalam tweet selanjutnya, dia mengatakan bahwa dirinya "tidak mengakui apa-apa", karena rivalnya dari Partai Demokrat hanya menang di mata "media berita palsu".
Sementara itu, pihak Dominion, dalam pernyataan yang diterbitkan di situsnya secara tegas menyangkal pernyataan palsu tentang masalah peralihan suara dengan sistem pemungutan suara tersebut.
Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mendukung pernyataan Dominion. "Tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau menghilangkan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun dikompromikan," kata badan tersebut.
Sebelumnya, pengacara tim kampanye Trump; Jay Sekulow; menuntut penghitungan ulang di setiap negara bagian yang menggunakan perangkat lunak Dominion yang dia klaim salah memberikan 6.000 suara kepada calon presiden Partai Demokrat di satu wilayah Michigan selama pemilihan.
"AS tidak dapat mengizinkan hasil palsu mail-in-election 2020 untuk berdiri," kata Trump. (Baca juga: Setelah Akui Biden Menang Pilpres AS, Trump Mentweet: Saya Menang! )
Klaim itu muncul setelah presiden men-tweet bahwa rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden "menang karena pilpres dicurangi". Namun, dalam tweet selanjutnya, dia mengatakan bahwa dirinya "tidak mengakui apa-apa", karena rivalnya dari Partai Demokrat hanya menang di mata "media berita palsu".
Sementara itu, pihak Dominion, dalam pernyataan yang diterbitkan di situsnya secara tegas menyangkal pernyataan palsu tentang masalah peralihan suara dengan sistem pemungutan suara tersebut.
Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mendukung pernyataan Dominion. "Tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau menghilangkan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun dikompromikan," kata badan tersebut.
Sebelumnya, pengacara tim kampanye Trump; Jay Sekulow; menuntut penghitungan ulang di setiap negara bagian yang menggunakan perangkat lunak Dominion yang dia klaim salah memberikan 6.000 suara kepada calon presiden Partai Demokrat di satu wilayah Michigan selama pemilihan.
Lihat Juga :