Israel Senang Dewan Cendekiawan Senior Saudi Cap Ikhwanul Muslimin Teroris
Senin, 16 November 2020 - 09:30 WIB
loading...
Para wanita berkumpul untuk mendoakan mantan presiden Mesir Mohamed Mursi di dekat Kedutaan Besar Mesir di Ankara, 18 Juni 2019. Mursi adalah mantan presiden Mesir dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Israel menyambut gembira pernyataan Dewan Cendekiawan Senior (CSS) Arab Saudi yang menytakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.
"Kami senang di Israel melihat pendekatan semacam itu yang bertentangan dengan eksploitasi agama untuk hasutan dan provokasi," kata Kementerian Luar Negeri Israel pada hari Minggu.
"Kami sangat membutuhkan wacana yang menyerukan toleransi dan kerja sama di kawasan," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (16/11/2020). (Baca: Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi: Ikhawanul Muslimin Adalah Kelompok Teroris )
Pada Selasa pekan lalu, CSS Arab Saudi menyatakan Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris. Menurut dewan tersebut, kelompok itu hanya memanfaatkan agama Islam sebagai topeng.
“Kelompok Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris dan (tidak) mewakili metode Islam, melainkan secara membabi buta mengikuti tujuan partisannya yang bertentangan dengan tuntunan agama kita yang anggun, sambil menggunakan agama sebagai topeng untuk menyamarkan tujuannya guna mempraktikkan yang sebaliknya seperti menghasut, mendatangkan malapetaka, melakukan kekerasan dan terorisme," kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.
Pada 2014, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab secara resmi menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris untuk mencegah hasutan. Bahrain dan Mesir kemudian menyusul.
Negara-negara tersebut telah mendesak publik untuk menjauh dari Ikhwanul Muslimin dan tidak bersimpati dengan tindakannya.
"Kami senang di Israel melihat pendekatan semacam itu yang bertentangan dengan eksploitasi agama untuk hasutan dan provokasi," kata Kementerian Luar Negeri Israel pada hari Minggu.
"Kami sangat membutuhkan wacana yang menyerukan toleransi dan kerja sama di kawasan," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (16/11/2020). (Baca: Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi: Ikhawanul Muslimin Adalah Kelompok Teroris )
Pada Selasa pekan lalu, CSS Arab Saudi menyatakan Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris. Menurut dewan tersebut, kelompok itu hanya memanfaatkan agama Islam sebagai topeng.
“Kelompok Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris dan (tidak) mewakili metode Islam, melainkan secara membabi buta mengikuti tujuan partisannya yang bertentangan dengan tuntunan agama kita yang anggun, sambil menggunakan agama sebagai topeng untuk menyamarkan tujuannya guna mempraktikkan yang sebaliknya seperti menghasut, mendatangkan malapetaka, melakukan kekerasan dan terorisme," kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.
Pada 2014, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab secara resmi menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris untuk mencegah hasutan. Bahrain dan Mesir kemudian menyusul.
Negara-negara tersebut telah mendesak publik untuk menjauh dari Ikhwanul Muslimin dan tidak bersimpati dengan tindakannya.
Lihat Juga :