Era Pemerintahan Biden Krusial untuk Proses Perdamaian Israel-Palestina

Senin, 16 November 2020 - 04:16 WIB
loading...
Era Pemerintahan Biden...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A A A
RAMALLAH - Sejumlah pakar dan pejabat mengatakan, empat tahun masa pemerintahan Joe Biden akan krusial bagi proses perdamaian Israel-Palestina . Mereka mengatakan, empat tahun ke depan akan menentukan apakah Biden akan membuat baik atau menghancurkan proses perdamaian Israel-Palestina.

Bernard Sabella, anggota Dewan Legislatif Palestina di Yerusalem, mengatakan bahwa Palestina "lega" petahana Donald Trump tidak terpilih kembali. Tetapi menurutnya, Palestina tidak boleh "berharap banyak" untuk pemerintahan Biden.

(Baca: Ucapkan Selamat pada Biden, Abbas Indikasikan Siap Kembali Kerjasama dengan AS )

“Sebagai orang Palestina, kami harus kuat dalam menyampaikan kasus kami. Jika kita tidak memulai negosiasi dan menyelesaikan kesepakatan damai dalam empat tahun ke depan, maka saya kurang optimis untuk masa depan,” kata Sabella, seperti dilansir Al Arabiya.

Mantan utusan Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Dennis Ross mengatakan, meskipun masalah Israel-Palestina tidak akan menjadi prioritas utama untuk Biden karena tantangan kebijakan dalam dan luar negeri lainnya, tapi itu bukan berarti masalah ini akan diabaikan begitu saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Pihak Fangfang Ungkap...
Pihak Fangfang Ungkap Peluang Damai dengan Vicky Prasetyo Kian Menipis
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved