Pembantaian di Ethiopia, Warga Sipil Satu Kota Dibacok Hingga Tewas
Sabtu, 14 November 2020 - 00:57 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan para korban tampaknya adalah pekerja harian, dan sama sekali tidak terlibat dalam serangan militer yang sedang berlangsung.
AI mengatakan telah memeriksa dan memverifikasi secara digital foto dan video mayat di tanah atau dibawa dengan tandu. AI mengkonfirmasi jika itu adalah gambar-gambar terbaru dan menggunakan citra satelit, yang ditempatkan secara geografis ke Mai-Kadra.
"Pemerintah harus memulihkan semua komunikasi ke Tigray sebagai tindakan akuntabilitas dan transparansi untuk operasi militernya di wilayah tersebut, serta memastikan akses tanpa batas ke organisasi kemanusiaan dan pemantau hak asasi manusia," kata organisasi itu.
"Amnesty International bagaimanapun juga akan terus menggunakan semua cara yang tersedia untuk mendokumentasikan dan mengungkap pelanggaran oleh semua pihak dalam konflik," tegas AI.
Kelompok hak asasi itu mengatakan seorang ahli patologi independen mendukung klaim yang dibuat oleh para saksi bahwa mayat tersebut memiliki luka menganga akibat senjata tajam seperti pisau dan parang.
"Amnesty International belum dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu, tetapi telah berbicara dengan para saksi yang mengatakan pasukan yang setia kepada TPLF bertanggung jawab atas pembunuhan massal itu, tampaknya setelah mereka dikalahkan oleh pasukan federal EDF," katanya.
AI mengatakan telah memeriksa dan memverifikasi secara digital foto dan video mayat di tanah atau dibawa dengan tandu. AI mengkonfirmasi jika itu adalah gambar-gambar terbaru dan menggunakan citra satelit, yang ditempatkan secara geografis ke Mai-Kadra.
"Pemerintah harus memulihkan semua komunikasi ke Tigray sebagai tindakan akuntabilitas dan transparansi untuk operasi militernya di wilayah tersebut, serta memastikan akses tanpa batas ke organisasi kemanusiaan dan pemantau hak asasi manusia," kata organisasi itu.
"Amnesty International bagaimanapun juga akan terus menggunakan semua cara yang tersedia untuk mendokumentasikan dan mengungkap pelanggaran oleh semua pihak dalam konflik," tegas AI.
Kelompok hak asasi itu mengatakan seorang ahli patologi independen mendukung klaim yang dibuat oleh para saksi bahwa mayat tersebut memiliki luka menganga akibat senjata tajam seperti pisau dan parang.
"Amnesty International belum dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu, tetapi telah berbicara dengan para saksi yang mengatakan pasukan yang setia kepada TPLF bertanggung jawab atas pembunuhan massal itu, tampaknya setelah mereka dikalahkan oleh pasukan federal EDF," katanya.
Lihat Juga :