Mantan PM Suriah Dituduh Jadi Agen Ganda Israel, Inggris dan Prancis

Jum'at, 13 November 2020 - 22:02 WIB
loading...
Mantan PM Suriah Dituduh...
Mantan Perdana Menteri (PM) Suriah Jamil Mardam. Foto/wikipedia
A A A
DAMASKUS - Mantan Perdana Menteri (PM) Suriah Jamil Mardam dituduh menjadi agen ganda yang bekerja dengan Inggris, Prancis dan Israel.

Laporan yang dirilis Haaretz itu merupakan tuduhan pertama yang pernah diumumkan ke publik.

Jamil Mardam menjabat sebagai perdana menteri Suriah pada akhir 1930-an dan pertengahan 1940-an. Dia dilaporkan bekerja dengan badan intelijen Inggris MI6 pada awal 1945.

“Dia kemudian diperas untuk bekerja pada dinas intelijen Prancis, yang menggunakan agen intelijen Israel sebagai pihak yang menanganinya,” ungkap Profesor Meir Zamir dari Universitas Ben-Gurion di Negev. (Baca Juga: Putin: Konflik Libya, Yaman dan Suriah Sebarkan Terorisme)

Eliahu Sasson mengandalikan Mardam dan bertindak sebagai perantara, mengirimkan informasi dan dokumen dari Mardam, yang dikirim lewat kantor pos di Kairo saat itu, kepada intelijen Prancis. (Lihat Infografis: KTT ASEAN Digelar di Tengah Pergolakan Kekuatan Global)

“Mardam memberikan informasi penting kepada pemimpin Zionis Israel David Ben-Gurion tentang berbagai rencana militer Inggris untuk mencegah pembentukan negara Yahudi,” ungkap Zamir. (Lihat Video: Badai Topan Vamco Terjang Filipina, 32 Desa Terendam Banjir)

Berbagai rencana dibuat, termasuk mendeklarasikan kelompok militan Haganah sebagai organisasi teroris dan memaksanya untuk dilucuti senjatanya; mengizinkan pendirian entitas kecil Yahudi di Palestina; dan menerapkan rencana "Suriah Raya".

Mardam, menurut laporan itu, telah menjadi pendukung utama gagasan "Suriah Raya" yang akan membuat pasukan Prancis diusir dari wilayah mandat mereka.



Satu negara baru kemudian akan dibentuk di wilayah Suriah, Irak dan Yordania yang dikenal sebagai Transyordania pada saat itu. Negara itu rencananya akan diperintah keluarga Hashemite, di bawah pengaruh kuat Inggris.

Menurut Zamir, rencana tersebut akan memungkinkan Inggris mempertahankan pengaruh yang luas di wilayah tersebut.

Mardam diperas untuk bekerja dengan Prancis, melawan Inggris, setelah bukti rencana tersebut diungkapkan ke dinas intelijen Paris.

Prancis mengancam membagikan bukti dokumenter bahwa Mardam bekerja sebagai mata-mata Inggris dengan musuh politiknya di Suriah, memaksa perdana menteri itu menjadi agen ganda.

Meski demikian, cerita Zamir tentang kehidupan Mardam sangat berbeda dari versi kejadian yang diterima sebelumnya.

Sejarawan sebelumnya mengatakan Jenderal Prancis Charles de Gaulle memerintahkan penangkapan perdana menteri Suriah, menggeledah kantornya dan menyita dokumen hanya beberapa pekan setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Klaim Zamir itu dianggap bermasalah karena Mardam tidak pernah menunjukkan simpati publik untuk Zionisme atau tujuan Zionis, menyanggah gagasan bahwa perdana menteri Suriah itu mata-mata yang rela demi negara Yahudi.

Sebaliknya, Mardam mendeklarasikan perang terhadap Israel, bersama beberapa negara Arab, segera setelah deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948.

Mardam kemudian digulingkan setelah menyatakan dirinya sebagai gubernur militer Suriah dan memberlakukan darurat militer pada 1948.

Dia menghabiskan sisa hidupnya antara Arab Saudi dan Mesir. Dia akhirnya meninggal di Kairo pada 1960.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved