Media Australia Tulis Habib Rizieq Eks Buron Kasus Porno Luncurkan Revolusi Moral

Jum'at, 13 November 2020 - 14:09 WIB
loading...
Media Australia Tulis...
Pemberitaan The Australian tentang pulangnya habib Rizieq Shihab ke Indonesia. Foto/Tangkapan layar The Australian
A A A
JAKARTA - The Australian, media yang berbasis di Australia, ikut memberitakan pulangnya habib Rizieq Shihab ke Indonesia dari Arab Saudi. Namun, media tersebut menyebut sosok yang dikenal sebagai imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu sebagai buron kasus porno.

"Ex-porn fugitive Rizieq Shihab returns to launch Indonesian ‘moral revolution’," bunyi judul pemberitaan media tersebut pada Kamis (12/11/2020) yang di-update lagi pada Jumat (13/11/2020). Judul itu bila diterjemahkan berbunyi; "Mantan buron porno Rizieq Shihab kembali untuk meluncurkan 'revolusi moral' Indonesia".

Pada hari Selasa lalu, ribuan pendukung berpakaian putih menyambut habib Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Baca: Imbas Bom Pemakaman Jeddah, Putra Mahkota Saudi Bersumpah Terapkan 'Tangan Besi' )

Dalam paragraf pertama pemberitaannya, The Australian menulis; "Lebih dari tiga tahun setelah dia melarikan diri dari Indonesia dan serangkaian tuntutan pidana, termasuk salah satunya penyebaran gambar-gambar porno, pemimpin Islamis terkenal Rizieq Shihab telah kembali dengan mendapat sambutan pahlawan yang gembira untuk mendeklarasikan 'revolusi moral' di negara Muslim paling populis di dunia."

Media itu juga menyebut habib Rizieq sebagai ulama konservatif yang terkenal karena memimpin kampanye tuduhan penistaan terhadap mantan gubernur Jakarta yang beretnis-China; Basuki Tjahaha “Ahok” Purnama yang akhirnya dipenjara pada 2017.

"Rizieq, yang terus memimpin Front Pembela Islam (FPI) garis keras dari pengasingan, mengatakan kepada para pendukung bahwa dia telah kembali untuk 'berperang bersama rakyat' sebelum bertemu dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan," lanjut tulisan The Australian.

Lebih lanjut, media negara tetangga tersebut merinci rentetan kasus yang dituduhkan terhadap sang habib. "Dalam satu tahun setelah Ahok kalah dan dipenjara, polisi telah mengajukan apa yang oleh banyak pendukung katakan sebagai kasus palsu terhadap Rizieq karena melanggar undang-undang pornografi melalui pertukaran pesan dengan seorang pendukung wanita, termasuk gambar telanjang yang kemudian bocor dan diedarkan secara online, dan kasus lain karena menghina ideologi negara, Pancasila. Rizieq memilih untuk tetap berada di pengasingan bahkan setelah dakwaan tersebut dibatalkan, karena takut ditangkap sekembalinya," imbuh pemberitaan The Australian.

Pemerintah Indonesia telah berulang kali menepis tuduhan menghalangi kepulangan habib Rizieq ke Indonesia. (Baca juga: Trump Pecat Bos Pentagon, Persiapan Kudeta Militer terhadap Biden? )

Ian Wilson, seorang pakar Indonesia dan dosen Universitas Murdoch di bidang politik dan studi strategis, mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjukkan dirinya lebih dari bersedia untuk mengambil tindakan kejam terhadap kelompok Islamis. "Rizieq sekarang jauh lebih populer daripada yang diperkirakan banyak orang," katanya.

“Ada banyak orang yang tidak senang dengan pemerintahan ini dan bahaya (bagi Jokowi) dengan FPI adalah jika dia terlalu agresif terhadap Rizieq dia akan membantu mengkonsolidasikan kekuasaannya sebagai lokus oposisi,” kata Wilson.

"Pemerintahannya harus memikirkan dengan sangat hati-hati tentang bagaimana mereka menangani masalah politik ini dan tidak memperkuat kekuasaan Rizieq secara default, karena di masa lalu itulah polanya dan itu hanya meningkatkan popularitas dan otoritasnya."

Habib Rizieq pernah dipenjara pada tahun 2008 atas tuduhan menghasut kekerasan. Selama berada di Arab Saudi, popularitasnya melesat.

“Rizeq telah menjadi pemimpin agama yang sejati bagi sebagian orang dan memiliki sejumlah besar modal sosial dan politik yang dapat dia gunakan dalam berbagai cara,” kata Wilson.

Pakar dari Australian National University; Profesor Greg Fealy, mengatakan "gerakan 212" telah terfragmentasi sejak puncaknya pada akhir 2016 dan awal 2017, ketika jutaan pendukung bersatu di belakang gerakan untuk menggulingkan gubernur Jakarta dan masih harus dilihat apakah Rizieq dapat menemukan tujuan pemersatu yang menarik, yang cukup untuk menghidupkan kembali momentum.

"Tapi kepulangannya telah mengembalikan semangat ke dalam gerakan itu," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Berita Terkini
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Infografis
Habib Rizieq Divonis...
Habib Rizieq Divonis Denda Rp20 Juta Kasus Kerumunan Megamendung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved