Indiana AS Pilih Senator Muslim Pertama Keturunan Palestina

Kamis, 12 November 2020 - 12:05 WIB
loading...
Indiana AS Pilih Senator...
Fady Qaddoura bersama keluarganya. Foto/Facebook
A A A
WASHINGTON - Warga Amerika Serikat (AS) keturunan Palestina Fady Qaddoura meraih kursi Senat Indiana. Dia menjadi muslim pertama yang duduk di legislatif negara bagian itu dan warga Palestina ketiga yang menang pada pemilu 2020.

Kandidat dari Partai Demokrat itu mengalahkan lawannya dari Partai Republik John Ruckelchaus.

Perolehan suara Qaddoura adalah 52% melawan Ruklchaus 48%. Qaddoura meraih lebih dari 3.800 suara setelah 98% suara dihitung menurut data Sputnik.



"Kita berhasil! Hanya di Amerika seseorang dapat berimigrasi ke negara ini, bekerja keras, dan mendapatkan kepercayaan dari puluhan ribu pemilih untuk menjadi Senator Negara Bagian Muslim pertama dalam sejarah Indiana. Saya akan bekerja keras setiap hari untuk mewakili semua Hoosiers – termasuk mereka yang tidak memilih saya," tulis dia di Facebook. (Baca Juga: Mengenal Iman Jodeh, Wanita Muslim Amerika-Palestina Kedua di Kongres AS)

Indiana AS Pilih Senator Muslim Pertama Keturunan Palestina


Dia menambahkan, “Saya ingin berterima kasih kepada lawan saya, Senator Ruckelshaus, atas jasanya kepada distrik kita selama empat tahun terakhir.” (Lihat Infografis: 4 Hal Ini Bisa Dilakukan Trump Setelah Lengser Presiden)

“Negara bagian kita menghadapi tantangan besar di tahun mendatang, dan saya berharap dapat bekerja dengan Senator dari kedua belah pihak untuk menghadapi momen ini,” papar dia. (Lihat Video: Ledakan Terjadi di Pemakaman Kota Jeddah, 2 Orang Terluka)

Fady Qaddoura merupakan warga negara AS keturunan Arab, berimigrasi dari Palestina 19 tahun lalu untuk belajar ilmu komputer.

Dia sempat kehilangan rumahnya dan menjalani masa sulit bersama keluarganya setelah Badai Katrina yang melanda Amerika Serikat.

Masyarakat dan lembaga amal membantu dia sekeluarga mengatasi cobaan berat tersebut.

Saat ini dia adalah warga Muslim pertama yang berasal dari Arab yang mendukung Partai Demokrat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Senat AS Ajukan RUU...
Senat AS Ajukan RUU untuk Batasi Kekuasaan Perang Trump terhadap Iran
AS Bukan Lagi Negeri...
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
Mengapa Perang Iran...
Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya
3 Isu yang Mengguncang...
3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025
Pemimpin Senat Demokrat...
Pemimpin Senat Demokrat Bergerak Cegah Trump Kerahkan Pasukan AS ke Venezuela
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved