Kelompok Militan Terkait ISIS Penggal 50 Orang di Mozambik
Rabu, 11 November 2020 - 00:08 WIB
loading...
Kelompok militan pro-ISIS memenggal sekitar 50 orang di Mozambik. Foto/Ilustrasi SINDOnews.com
A
A
A
MAPUTO - Setidaknya 50 orang telah tewas dipenggal oleh kelompok militan di Mozambik. Para militan itu terkait dengan kelompok ISIS yang pernah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah beberapa tahun lalu.
Mengutip laporan BBC, Selasa (10/11/2020), para militan tersebut melakukan serangkaian serangan ke desa-desa di Mozambik dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya satu desa melihat lapangan sepak bola berubah menjadi "tempat eksekusi", di mana para penyerang memenggal kepala dan mencincang tubuh korban.
Bernardino Rafael, komandan jenderal polisi Mozambik, mengatakan selama briefing hari Senin bahwa para penyerang menculik wanita dan anak-anak serta membakar sejumlah rumah. (Baca: ISIS Luncurkan Serangan di Baghdad, 11 Orang Terbunuh, 8 Luka )
"Mereka membakar rumah-rumah kemudian mengejar penduduk yang melarikan diri ke hutan dan memulai dengan tindakan mengerikan mereka," kata Rafael sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Provinsi Cabo Delgado yang kaya gas di Mozambik telah menjadi lokasi beberapa serangan yang dilakukan sejak 2017. Hingga 2.000 orang telah tewas selama konflik, sementara sekitar 430.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.
Mengutip laporan BBC, Selasa (10/11/2020), para militan tersebut melakukan serangkaian serangan ke desa-desa di Mozambik dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya satu desa melihat lapangan sepak bola berubah menjadi "tempat eksekusi", di mana para penyerang memenggal kepala dan mencincang tubuh korban.
Bernardino Rafael, komandan jenderal polisi Mozambik, mengatakan selama briefing hari Senin bahwa para penyerang menculik wanita dan anak-anak serta membakar sejumlah rumah. (Baca: ISIS Luncurkan Serangan di Baghdad, 11 Orang Terbunuh, 8 Luka )
"Mereka membakar rumah-rumah kemudian mengejar penduduk yang melarikan diri ke hutan dan memulai dengan tindakan mengerikan mereka," kata Rafael sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Provinsi Cabo Delgado yang kaya gas di Mozambik telah menjadi lokasi beberapa serangan yang dilakukan sejak 2017. Hingga 2.000 orang telah tewas selama konflik, sementara sekitar 430.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.
Lihat Juga :