Dunia Berduka, Ketua Negosiator Palestina Saeb Erekat Meninggal Dunia
Selasa, 10 November 2020 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Daftar Gabungan Ayman Odeh juga menanggapi meninggalnya Erekat.
"Saeb tidak akan bisa melihat rakyatnya dibebaskan dari belenggu pendudukan, tetapi generasi Palestina akan tetap mengingatnya sebagai salah satu raksasa yang mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan mereka," cuitnya.
Mantan politisi Israel Yossi Beilin dan anggota Inisiatif Jenewa lainnya, sebuah organisasi yang mempromosikan kesepakatan dua negara antara Israel dan Palestina berdasarkan draf kesepakatan tahun 2003 yang dicapai oleh mantan pejabat senior di kedua belah pihak, memuji Erekat.
"Saeb percaya pada wacana tersebut, tidak pernah terlibat dalam kekerasan, dan bahkan berusaha untuk mendirikan negaranya bersama Negara Israel, dalam semangat Inisiatif Jenewa. Dia mendidik anak-anaknya dengan damai dan memastikan untuk mengirim mereka ke kamp musim panas dengan anak-anak Israel," ucapnya.
"Selalu tidak mudah untuk mendengar pandangannya tetapi dia selalu memperhatikan pendapat lain. Dalam beberapa tahun terakhir, dia merasa putus asa dengan kepemimpinan Israel, tetapi tidak kehilangan harapan untuk perubahan. Baginya, perubahan akan datang terlambat," imbuhnya.
"Saeb tidak akan bisa melihat rakyatnya dibebaskan dari belenggu pendudukan, tetapi generasi Palestina akan tetap mengingatnya sebagai salah satu raksasa yang mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan mereka," cuitnya.
Mantan politisi Israel Yossi Beilin dan anggota Inisiatif Jenewa lainnya, sebuah organisasi yang mempromosikan kesepakatan dua negara antara Israel dan Palestina berdasarkan draf kesepakatan tahun 2003 yang dicapai oleh mantan pejabat senior di kedua belah pihak, memuji Erekat.
"Saeb percaya pada wacana tersebut, tidak pernah terlibat dalam kekerasan, dan bahkan berusaha untuk mendirikan negaranya bersama Negara Israel, dalam semangat Inisiatif Jenewa. Dia mendidik anak-anaknya dengan damai dan memastikan untuk mengirim mereka ke kamp musim panas dengan anak-anak Israel," ucapnya.
"Selalu tidak mudah untuk mendengar pandangannya tetapi dia selalu memperhatikan pendapat lain. Dalam beberapa tahun terakhir, dia merasa putus asa dengan kepemimpinan Israel, tetapi tidak kehilangan harapan untuk perubahan. Baginya, perubahan akan datang terlambat," imbuhnya.
Lihat Juga :