Rusia Kirim Pasukan ke Nagorno-Karabakh Usai Kesepakatan Gencatan Senjata
Selasa, 10 November 2020 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Azerbaijan akan mendapatkan semua keuntungan teritorialnya, termasuk kota kedua di Shusha atau Shushi, dan pasukan etnis Armenia harus menyerahkan kendali atas banyak wilayah lain antara sekarang dan 1 Desember. (Lihat Video: Jelang Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air)
Penjaga perdamaian Rusia akan bertahan setidaknya selama lima tahun. Putin mengatakan mereka akan ditempatkan di sepanjang garis depan di Nagorno-Karabakh dan di koridor antara wilayah tersebut dan Armenia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah mulai mengerahkan 1.960 prajurit, yang sedang dalam perjalanan ke pangkalan udara yang tidak disebutkan namanya. Mereka diangkut melalui udara bersama dengan peralatan dan kendaraan militer mereka.
Kesepakatan itu kemungkinan akan dilihat sebagai tanda bahwa Rusia masih menjadi penengah utama di wilayah yang dianggapnya sebagai halaman belakangnya sendiri. Skala keterlibatan Turki tetap tidak jelas dan minat Ankara di wilayah tersebut telah meningkat tajam.
Turki dengan kukuh mendukung Azerbaijan, sementara Rusia memiliki pakta pertahanan dengan Armenia dan punya pangkalan militer di sana.
Putin mengatakan orang-orang yang terlantar sekarang akan dapat kembali ke Nagorno-Karabakh, dan tawanan perang serta korban perang ditukar, sementara semua jaringan ekonomi dan transportasi di daerah itu akan dibuka kembali dengan bantuan penjaga perbatasan Rusia.
Penjaga perdamaian Rusia akan bertahan setidaknya selama lima tahun. Putin mengatakan mereka akan ditempatkan di sepanjang garis depan di Nagorno-Karabakh dan di koridor antara wilayah tersebut dan Armenia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah mulai mengerahkan 1.960 prajurit, yang sedang dalam perjalanan ke pangkalan udara yang tidak disebutkan namanya. Mereka diangkut melalui udara bersama dengan peralatan dan kendaraan militer mereka.
Kesepakatan itu kemungkinan akan dilihat sebagai tanda bahwa Rusia masih menjadi penengah utama di wilayah yang dianggapnya sebagai halaman belakangnya sendiri. Skala keterlibatan Turki tetap tidak jelas dan minat Ankara di wilayah tersebut telah meningkat tajam.
Turki dengan kukuh mendukung Azerbaijan, sementara Rusia memiliki pakta pertahanan dengan Armenia dan punya pangkalan militer di sana.
Putin mengatakan orang-orang yang terlantar sekarang akan dapat kembali ke Nagorno-Karabakh, dan tawanan perang serta korban perang ditukar, sementara semua jaringan ekonomi dan transportasi di daerah itu akan dibuka kembali dengan bantuan penjaga perbatasan Rusia.
Lihat Juga :