Armenia, Azerbaijan, Rusia Sepakat Akhiri Konflik Nagorno-Karabakh
Selasa, 10 November 2020 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Deklarasi tersebut menyusul pertempuran sengit selama enam pekan dan kemajuan pasukan Azerbaijan. Baku mengatakan pada Senin (9/11) bahwa pihaknya telah merebut lusinan permukiman lagi di Nagorno-Karabakh, sehari setelah mengumumkan kemenangan dalam pertempuran untuk memperebutkan kota terbesar kedua di daerah kantong itu. (Lihat Video: Jelang Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air)
"Keputusan dibuat berdasarkan analisis mendalam dari situasi pertempuran dan dalam diskusi dengan para ahli terbaik di bidangnya," ungkap PM Armenia Pashinyan.
“Ini bukan kemenangan tapi tidak ada kekalahan sampai Anda menganggap diri Anda kalah. Kami tidak akan pernah menganggap diri kami dikalahkan dan ini akan menjadi awal baru dari era persatuan dan kelahiran kembali nasional kami," tutur dia.
Pertempuran tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas, dengan Turki mendukung sekutunya Azerbaijan, sementara Rusia memiliki pakta pertahanan dengan Armenia dan pangkalan militer di sana.
Azerbaijan mengatakan sejak 27 September merebut kembali sebagian besar tanah di dan sekitar Nagorno-Karabakh yang hilang dalam perang 1991-1994 yang menewaskan sekitar 30.000 orang dan memaksa lebih banyak lagi dari rumah mereka.
Armenia membantah luasnya keuntungan teritorial Azerbaijan dalam konflik terbaru.
"Keputusan dibuat berdasarkan analisis mendalam dari situasi pertempuran dan dalam diskusi dengan para ahli terbaik di bidangnya," ungkap PM Armenia Pashinyan.
“Ini bukan kemenangan tapi tidak ada kekalahan sampai Anda menganggap diri Anda kalah. Kami tidak akan pernah menganggap diri kami dikalahkan dan ini akan menjadi awal baru dari era persatuan dan kelahiran kembali nasional kami," tutur dia.
Pertempuran tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas, dengan Turki mendukung sekutunya Azerbaijan, sementara Rusia memiliki pakta pertahanan dengan Armenia dan pangkalan militer di sana.
Azerbaijan mengatakan sejak 27 September merebut kembali sebagian besar tanah di dan sekitar Nagorno-Karabakh yang hilang dalam perang 1991-1994 yang menewaskan sekitar 30.000 orang dan memaksa lebih banyak lagi dari rumah mereka.
Armenia membantah luasnya keuntungan teritorial Azerbaijan dalam konflik terbaru.