PM Prancis Berjanji Perangi Islam Radikal
Sabtu, 07 November 2020 - 23:29 WIB
loading...
A
A
A
Serangan di Nice terjadi di tengah kemarahan Muslim di seluruh dunia atas pembelaan Prancis atas hak menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW.
Seorang pria asal Tunisia meneriakkan "Allahu Akbar" saaat memenggal seorang wanita dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di kota pantai Nice pada 29 Oktober lalu sebelum ditembak dan dibawa pergi oleh polisi.(Baca juga: Wali Kota Nice: Pelaku Serangan Pisau Terus Berteriak 'Allahu Akbar' )
Seorang pria berusia 21 tahun baru-baru ini tiba dari Tunisia, yang diduga sebagai penyerang Nice, masih dalam kondisi kritis setelah ditembak oleh polisi kota dan dipindahkan ke rumah sakit Paris pada hari Jumat.(Baca juga: Tiga Tewas Dalam Serangan di Gereja di Prancis, Satu Korban Dipenggal )
Seorang pria asal Tunisia meneriakkan "Allahu Akbar" saaat memenggal seorang wanita dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di kota pantai Nice pada 29 Oktober lalu sebelum ditembak dan dibawa pergi oleh polisi.(Baca juga: Wali Kota Nice: Pelaku Serangan Pisau Terus Berteriak 'Allahu Akbar' )
Seorang pria berusia 21 tahun baru-baru ini tiba dari Tunisia, yang diduga sebagai penyerang Nice, masih dalam kondisi kritis setelah ditembak oleh polisi kota dan dipindahkan ke rumah sakit Paris pada hari Jumat.(Baca juga: Tiga Tewas Dalam Serangan di Gereja di Prancis, Satu Korban Dipenggal )
(ber)
Lihat Juga :