Perolehan Suara Lampaui Trump, Biden Segera Pidato

Sabtu, 07 November 2020 - 05:05 WIB
loading...
Perolehan Suara Lampaui...
Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Calon presiden dari partai Demokrat Joe Biden akan menyampaikan pidato di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa jam mendatang.

Pidato dari mantan wakil presiden itu dijadwalkan pada Jumat pukul 8 malam waktu setempat, dari kampung halamannya di Wilmington. Pidato itu dilakukan saat dia semakin dekat untuk mengalahkan Presiden AS Donald Trump untuk memenangkan Gedung Putih.

Biden telah mendahului Trump dalam perolehan suara di medan pertempuran utama Pennsylvania dan Georgia, dan telah sedikit meningkatkan selisih tipis di atas Trump di Nevada.



Menurut proyeksi Fox News, mantan wakil presiden itu telah memenangkan 264 suara electoral, enam suara di bawah 270 suara yang dibutuhkan untuk memenangkan Gedung Putih. (Baca Juga: ABC, CBS, NBC Potong Siaran Konferensi Pers Trump tentang Pemilu)

Trump masih memperoleh 214 suara elekcoral. Penghitungan suara berlanjut di lima negara bagian yang akan memutuskan hasil akhir pemilu itu yakni Pennsylvania, Georgia, Arizona, Nevada, dan North Carolina. (Lihat Infografis: Andai Biden Mengunci Suara Nevada, Selesai Sudah Pilpres AS)

Tim kampanye Biden menegaskan kepada Fox News bahwa calon wakil presiden Biden, Senator Kamala Harris dari California, akan berbicara lebih dulu, diikuti Biden. (Lihat Video: Unjuk Rasa Pro-Donald Trump Berlangsung di Luar Pusat Pemilihan)

Mereka juga mengonfirmasi bahwa pasangan hidup keduanya, Jill Biden dan Doug Emhoff, akan hadir di Chase Center di pusat kota Wilmington.

Perolehan Suara Lampaui Trump, Biden Segera Pidato


Berbicara kepada wartawan pada Kamis dengan Harris di sisinya, Biden berkata, "Kami terus merasa sangat baik tentang keadaan ini. Dan kami yakin ketika penghitungan selesai, Senator Harris dan saya akan menjadi pemenang."

"Setiap surat suara harus dihitung dan itulah yang terjadi sekarang. Dan begitulah seharusnya. Demokrasi terkadang berantakan, jadi terkadang butuh sedikit kesabaran,” ungkap dia.

“Orang-orang harus tetap tenang. Prosesnya berhasil. Hitungannya selesai. Dan kita akan segera tahu," papar Biden.

Presiden Trump memang tidak berencana segera mengaku kalah dalam pemilu. “Kami percaya rakyat Amerika layak mendapatkan transparansi penuh dalam semua penghitungan suara dan sertifikasi pemilihan, dan ini bukan lagi tentang pemilihan tunggal. Ini tentang integritas seluruh proses pemilihan kami," ungkap Trump.

"Sejak awal kami telah mengatakan bahwa semua surat suara yang sah harus dihitung dan semua surat suara ilegal tidak boleh dihitung, namun kami menemui perlawanan untuk prinsip dasar ini oleh Demokrat di setiap kesempatan," tegas Trump.

"Kami akan melanjutkan proses ini melalui setiap aspek hukum untuk menjamin rakyat Amerika memiliki kepercayaan pada pemerintah kami. Saya tidak akan pernah menyerah berjuang untuk Anda dan bangsa kami,” papar Trump.

Kampanye Trump telah mengajukan tuntutan hukum di sejumlah negara bagian pekan ini, mencari akses untuk memantau pemungutan suara, serta gugatan federal di Nevada yang mendesak pejabat berhenti menghitung surat suara "ilegal", mengklaim ribuan surat suara telah dikirim ke non-penduduk dan almarhum.

Mereka juga telah meminta penghitungan ulang di Wisconsin. Kampanye Trump kemungkinan akan meminta penghitungan ulang di Pennsylvania.

Pejabat Georgia mengatakan akan ada penghitungan ulang di negara bagian mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
AS Bukan Lagi Negeri...
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
Mengapa Perang Iran...
Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya
3 Isu yang Mengguncang...
3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025
Meski Sudah Dijamu di...
Meski Sudah Dijamu di Gedung Putih, Mengapa Zohran Mamdani Tetap Sebut Trump sebagai Fasis?
Mengapa Trump Gagal...
Mengapa Trump Gagal Bendung Kemenangan Besar Partai Demokrat pada Pemilu Gubernur dan Wali Kota AS?
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Gempa M7 Guncang Filipina,...
Gempa M7 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami 1 Meter Lebih di 9 Provinsi
Rekomendasi
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved