Profesor Mesir Diskors karena Menghina Nabi Muhammad SAW

Kamis, 05 November 2020 - 08:55 WIB
loading...
Profesor Mesir Diskors...
Halaman depan majalah Charlie Hebdo dipajang dengan sejumlah surat kabar lain di Prancis. Guru di Belgia diskors setelah mempertontonkan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW. Foto/REUTERS/Gary Cameron
A A A
KAIRO - Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Mesir menangguhkan atau menskorsing seorang dosen di sebuah universitas atas tuduhan menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam. Dosen yang bergelar profesor itu juga diadukan ke komite disiplin.

Mohammed Mahmoud Mahdali, profesor di Higher Institute of Social Service di Alexandria, muncul dalam dua video klip yang di-posting di platform media sosial beberapa hari yang lalu, saat dia memberikan ceramah kepada para mahasiswa. (Baca: Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad )

Dalam ceramahnya, dia sengaja berbicara tentang Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW secara kasar, sambil membela posisi Prancis setelah penerbitan karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Di video pertama, dia berbicara tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan cara yang kasar, dan kemudian muncul di video lain yang menghina Al-Qur'an. Profesor yang kasar itu meminta para mahasiswa yang menolak komentarnya untuk meninggalkan ruang kuliah.

Mahdali juga menolak seruan untuk memboikot produk Prancis, dengan mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi hak kebebasan berekspresi di negaranya.

Video-video kasar tersebut memicu kemarahan di antara mahasiswa yang mengajukan pengaduan terhadapnya. Para mahasiswa menuduhnya telah menghina Islam dan memfitnah Nabi. (Baca juga: Hasil Electoral Votes Pilpres AS: Biden 264, Trump 214 )

Hossam Abdul Ghaffar, juru bicara kementerian, mengatakan keputusan untuk menangguhkan dosen itu diambil setelah memverifikasi konten video dan menindaklanjuti aduan yang diajukan oleh para mahasiswa di institut tersebut.

Dia mengatakan Khaled Abdul Ghaffar, Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah, menugaskan salah satu profesor Fakultas Hukum di Universitas Alexandria untuk segera menyelidiki video yang beredar.

“Diputuskan untuk memberhentikan anggota fakultas dari pekerjaannya sampai hasil penyelidikan muncul, dengan syarat hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada menteri dalam waktu 48 jam," kata juru bicara tersebut, seperti dikutip Gulf News, Kamis (5/11/2020).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Terungkap, Serangan...
Terungkap, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar Pesawat Pangkalan Udara Israel
Rekomendasi
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved