Pilpres Amerika Serikat, Investor Lebih Berpihak ke Trump atau Biden?

Senin, 02 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Moody’s Analytics memprediksi kepemimpinan Biden jika berkuasa akan menciptakan 7 juta lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran diperkirakan akan menurun sekitar 4% pada pertengahan 2022. Tingkat pengangguran di AS saat ini mencapai 7,9%. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)

Keyakinan para investor mengenai kemenangan Biden karena jumlah kasus virus corona terus bertambah. Itulah yang menjadikan alasan kenapa Biden bisa dengan mudah menang melawan Trump. Meskipun mereka khawatir Biden akan menaikkan pajak lebih tinggi dibandingkan Biden.

"Pengendalian Covid menjadi salah satu hal penting untuk membantu ekonomi AS," kata Angela Mancini, konsultan risiko global Control Risks. "Pada saat bersamaan kota juga melihat pengakuan bahwa jika kamu mengambil pajak yang lebih tinggi bisa dialokasikan ke hal yang produktif, contohnya pengembangan energi terbaru dan infrastruktur untuk penggunaan jangka panjang," katanya. Menurut Mancini, itu bisa berdampak pada jangka panjang untuk ekonomi dan menguntungkan investor.

Juni lalu, Morgan Stanley memperingatkan investor tentang dampak penurunan pajak yang menjadi kebijakan Trump oleh Partai Demokrat. Apa yang dilakukan Biden dikhawatirkan akan merusak investasi dan perekrutan tenaga kerja baru. Namun, para pengamat pasar menyatakab para politikus bisa mewujudkan janji kampanye dalam beberapa tahun.

Song Seng Wun, ekonom CIMB Private Banking, mengatakan adanya upaya kontraproduktif memberlakukan pajak tinggi pada bisnis dan pelanggan jika ekonomi tidak membaik. Dia memberikan contoh pada Jepang di mana ketika pajak konsumsi finaikkan pada Oktober 2018, kemudian ditambah pandemi korona yang menekan ekonomi. Jika Demokrat menang pada pemilu AS, maka kebijakan fiskal akan terkalibrasi hebat. (Baca juga: Covid-19 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun)

Isu lainnya adalah ketika para investor lebih memilih menunggu seiring masih terjadinya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Vasu Menon, direktur eksekutif strategi investasi OCBC Bank, mengatakan Biden tidak akan mengubah kebijakan Washington terhadap China secara radikal.

Salah satu kebijakan yang bisa berbeda adalah penggunaan tarif. Menon mengatakan, Trump menggunakan tarif bisa meredam China karena China menjafi ancaman. "Saya pikir Biden mungkin tidak akan melakukan itu. Dia tidak akan menggunakan tarif. Dia berpikir hal itu kontraproduktif," jelasnya.

Dalam pandangan Nigel Green, pendiri deVere Group, mengungkapkan pasar kini lebih berpihak kepada Biden saat ini. Mereka juga lebih mendukung Demokrat agar menang pemilu. Perubahan itu menunjukkan perubahan sikap Wall Street yang dikenal sangat konservatif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Selat Hormuz Tegang...
Selat Hormuz Tegang Lagi! AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Rekomendasi
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved