Analis: Penjualan Rudal AS Tak Terlalu Berdampak pada Pertahanan Taiwan
Minggu, 01 November 2020 - 21:00 WIB
loading...
Rudal Taiwan
A
A
A
HONG KONG - Pada akhir Oktober, Amerika Serikat (AS) mengizinkan penjualan 400 rudal jelajah anti-kapal Harpoon, bersama dengan peluncur mobile, radar, dan dukungan teknis terkait ke Taiwan . Langkah Amerika ini mengabaikan kemarahan China yang sejak awal sangat menentang penjualan senjata ke pulau yang telah memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Nilai kesepakatan penjualan rudal Harpoon dan perangkat pendukungnya mencapai USD2,37 miliar. Rudal Boeing Harpoon Block II akan melengkapi 100 Unit Transporter Peluncur Sistem Pertahanan Pantai Harpoon, 25 truk radar, empat rudal latihan, suku cadang, dan dukungan sebagai bagian dari kesepakatan.
(Baca: Jual Rudal Harpoon ke Taiwan, China Bersumpah Balas AS )
Jerry Song, editor senior majalah Defense International yang berbasis di Taiwan, mengatakan, Taiwan sudah memiliki rudal Harpoon yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal, dan pesawat. Rudal darat, jelasnya, akan mengisi celah dalam sistem yang dimiliki Taiwan.
Menurut Song Zhongping, analis militer yang berbasis di Hong Kong, penjualan rudal ini akan cukup signifikan menambah kekuatan militer Taiwan. Namun, dia menyebut, ini tidak cukup untuk menghalau serangan dari China, jika akhirnya Beijing memutuskan untuk mengambil jalur militer.
Nilai kesepakatan penjualan rudal Harpoon dan perangkat pendukungnya mencapai USD2,37 miliar. Rudal Boeing Harpoon Block II akan melengkapi 100 Unit Transporter Peluncur Sistem Pertahanan Pantai Harpoon, 25 truk radar, empat rudal latihan, suku cadang, dan dukungan sebagai bagian dari kesepakatan.
(Baca: Jual Rudal Harpoon ke Taiwan, China Bersumpah Balas AS )
Jerry Song, editor senior majalah Defense International yang berbasis di Taiwan, mengatakan, Taiwan sudah memiliki rudal Harpoon yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal, dan pesawat. Rudal darat, jelasnya, akan mengisi celah dalam sistem yang dimiliki Taiwan.
Menurut Song Zhongping, analis militer yang berbasis di Hong Kong, penjualan rudal ini akan cukup signifikan menambah kekuatan militer Taiwan. Namun, dia menyebut, ini tidak cukup untuk menghalau serangan dari China, jika akhirnya Beijing memutuskan untuk mengambil jalur militer.
Lihat Juga :