Redam Penyebaran Covid-10, Inggris Umumkan Penguncian Total Selama Sebulan

Minggu, 01 November 2020 - 13:54 WIB
loading...
Redam Penyebaran Covid-10,...
Inggris mengumumkan penguncian total selama empat minggu untuk mencegah penyebaran lebih lanjut Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Inggris mengumumkan penguncian total selama empat minggu untuk mencegah penyebaran lebih lanjut Covid-19 . Di bawah penguncian, sebagian besar tempat kerja akan tutup, tetapi sekolah dan universitas akan tetap buka.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, penguncian itu akan mulai berlaku pada hari Kamis mendatang. Selain mencegah penyebaran Covid-19, keputusan ini juga untuk Layanan Kesehatan Nasional (NHS) kewalahan dalam menangani pasien Covid-19. ( Baca juga: Staf Positif Covid-19, Tim Wanita Inggris Batal ke Jerma n)

"Tanpa tindakan drastis, untuk pertama kalinya dalam hidup kita, NHS mungkin tidak ada untuk kita dan keluarga kita. Karena dokter dan perawat harus membuat keputusan tentang siapa yang menerima tingkat perawatan tertinggi," ucap Johnson.

“Dari Kamis hingga awal Desember kamu harus tinggal di rumah, kamu hanya boleh keluar rumah karena alasan tertentu,” sambungnya dalamsebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (1/11/2020).

Dia menuturkan, sebagian besar bisnis termasuk toko, pub, dan restoran, kecuali untuk dibawa pulang, akan tutup hingga awal Desember. Tetapi, jelasnya, sekolah dan universitas akan tetap buka, pekerjaan di lokasi konstruksi dapat dilanjutkan dan pertandingan sepak bola Liga Inggris masih akan dimainkan. ( Baca juga: Covid-19 Serang Kapal Selam Rudal Balistik Inggris )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Inggris Umumkan Siap...
Inggris Umumkan Siap untuk Mengerahkan Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved