Mahathir Sangkal Promosikan Kekerasan Soal Hak Membunuh Orang Prancis
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
"Karena Anda telah menyalahkan semua Muslim dan agama Muslim atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, Muslim memiliki hak untuk menghukum orang Prancis," papar dia, seraya menambahkan bahwa dia tidak menyetujui pembunuhan guru Prancis itu. (Lihat Video: Hawa Panas Keluar dari Lantai Mesjid, Gegerakan Warga di Tangerang)
Twitter menghapus tweet tentang hak untuk membunuh itu dengan mengatakan posting tersebut melanggar aturan platform tentang mengagungkan kekerasan. Posting tersebut juga telah dihapus di Facebook.
Mahathir menuduh media sosial itu mengabaikan pernyataan selanjutnya yang mengatakan bahwa Muslim tidak pernah membalas dendam atas ketidakadilan terhadap mereka di masa lalu dan bahwa Prancis harus menghormati kepercayaan orang lain.
"Apa yang dipromosikan oleh reaksi terhadap artikel saya ini adalah untuk membangkitkan kebencian Prancis terhadap Muslim," papar Mahathir.
Dia juga mengkritik Facebook dan Twitter karena menghapus postingan tersebut.
Twitter menghapus tweet tentang hak untuk membunuh itu dengan mengatakan posting tersebut melanggar aturan platform tentang mengagungkan kekerasan. Posting tersebut juga telah dihapus di Facebook.
Mahathir menuduh media sosial itu mengabaikan pernyataan selanjutnya yang mengatakan bahwa Muslim tidak pernah membalas dendam atas ketidakadilan terhadap mereka di masa lalu dan bahwa Prancis harus menghormati kepercayaan orang lain.
"Apa yang dipromosikan oleh reaksi terhadap artikel saya ini adalah untuk membangkitkan kebencian Prancis terhadap Muslim," papar Mahathir.
Dia juga mengkritik Facebook dan Twitter karena menghapus postingan tersebut.
Lihat Juga :