Erdogan Sukses Memosisikan Diri sebagai Pemimpin Negara Arab?

Rabu, 28 Oktober 2020 - 09:15 WIB
loading...
A A A
Namun demikian, Erdogan cenderung tampil sendiri. Dia selalu menempatkan diri sebagai pemimpin tunggal, bukan pemimpin yang berusaha membangun koalisi. Apa yang diperjuangkan juga cenderung menunjukkan diri sebagai pemimpin yang hanya cepat dalam memainkan dan mengelola isu. Dia tidak berusaha membangun gerakan yang lebih cenderung terstruktur dan komprehensif untuk geopolitik.

Apa yang dilakukan Erdogan tidak terlalu direspons dan didukung dunia Arab dan internasional. Dunia Arab dan Islam sudah paham siapa sebenarnya Erdogan. Baik Turki maupun Israel memiliki hubungan dagang senilai USD2 miliar. Sebelum pandemi korona, setengah juta penduduk Turki juga berlibur ke Turki setiap tahun. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)

“Apa yang dilakukan Erdogan selalu menunjukkan pertimbangan ideologi dan geopolitik,” kata Sarah Feuer, peneliti di Washington Institute for Near East Policy, dilansir Ozy.com. Erdogan berusaha menunjukkan sikap yang berbeda dengan Arab Saudi.

“Erdogan melihat bahwa perkembangan aliansi di Timur Tengah sebagai ancaman. Dia juga menunjukkan diri sebagai pemimpin dunia Islam dan mengibarkan bendera Islam untuk melawan aliansi Uni Emirat-Saudi dan Mesir,” kata Feuer. Feuer menjelaskan, Erdogan mencoba untuk berjuang untuk membentuk tatanan yang lebih luas di Timur Tengah.

Berkaitan dengan boikot produk Prancis, dalam pandangan Gilbert Mercier, pemimpin redaksi News Junkie Post, menjelaskan bahwa Erdogan menggunakan Islam sebagai “alat politik”. “Erdogan mencoba untuk menggunakan agama dan ketegangan diplomatik untuk kepentingan politik pribadi,” katanya. Dia menjelaskan, Erdogan mencoba menempatkan diri sebagai pemimpin Islam Sunni. “Erdogan mencoba nostalgia menjadi pemimpin seperti Kekaisaran Ottoman,” jelasnya.

Dalam skandal boikot produk Prancis, Gonul Tol, peneliti Middle East Instite, menyebutkan ketegangan Macron dan Erdogan merupakan upaya Erdogan untuk mengalihkan energi nasionalis di tengah berbagai permasalahan di dalam negeri. (Baca juga: Satgas Tegaskan Pandemi Corona Tak Mengenal Kata Libur)

"Apa pun taktik perundingan yang dilakukan Erdogan seharusnya tidak perlu direspons," kata Tol. Itu dikarenakan sudah menjadi kebiasaan Erdogan. "Erdogan ingin memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat nasionalis dan mendukung posisi kepemimpinan Islamnya sehingga dia pun tidak bisa bermain cantik," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved