China Bantah Ancam Tahan Warga AS yang Kunjungi Taiwan
Senin, 19 Oktober 2020 - 19:52 WIB
loading...
China membantah bahwa warga negara asing, khususnya Amerika Serikat (AS) berada di bawah ancaman penahanan sewenang-wenang. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIJING - China membantah bahwa warga negara asing, khususnya Amerika Serikat (AS) berada di bawah ancaman penahanan sewenang-wenang. Ini adalah respon atas laporan Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut bahwa Beijing telah memperingatkan Washington, bahwa mereka mungkin akan menangkapi warga AS di China.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Washington-lah yang memperlakukan warga asing dengan buruk. Beijing menuduh Washington melakukan "represi politik langsung" terhadap akademisi China yang tinggal di AS.
"Klaim AS bahwa warga negara asing di China berada di bawah ancaman penahanan sewenang-wenang adalah "bermain" sebagai korban dan membuat bingung mana hitam, dan mana putin putih," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.
"China melindungi keamanan dan hak sah orang asing," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (19/10/2020). ( Baca juga: Memanas, China Ancam Tahan Warga AS yang Kunjungi Taiwan )
Sebelumnya, menurut laporan WSJ, Beijing dapat menangkap warga AS sebagai pembalasan atas penuntutan para ilmuwan China di AS yang berbohong tentang hubungan mereka dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Laporan itu mengatakan ancaman itu sebenarnya telah dibuat berulang kali ke berbagai entitas, termasuk Kedutaan Besar AS di Beijing. Namun, Kementerian Luar Negeri AS belum secara terbuka merespons ancaman tersebut. ( Baca juga: Sri Mulyani Pamer Rasio Utang RI Masih Lebih Baik dari China, AS dan Thailand )
Seperti diketahui, pada bulan Juni, ilmuwan China Juan Tang alias Tang Juan, seorang peneliti medis di Universitas California, diselidiki oleh FBI sebelum berlindung di Konsulat China di San Francisco. Dia kemudian dituduh melakukan penipuan visa dan membuat pernyataan yang menipu, ketika dia keluar dari fasilitas pada bulan Juli.
Saat ini, Tang sudah keluar dari penjara dengan jaminan dan menunggu persidangannya. Insiden ini, serta insiden lain yang melibatkan peneliti China selama musim panas, dilaporkan telah mempercepat penutupan Konsulat China di Houston, yang menyebabkan penutupan balik Konsulat AS di Chengdu.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Washington-lah yang memperlakukan warga asing dengan buruk. Beijing menuduh Washington melakukan "represi politik langsung" terhadap akademisi China yang tinggal di AS.
"Klaim AS bahwa warga negara asing di China berada di bawah ancaman penahanan sewenang-wenang adalah "bermain" sebagai korban dan membuat bingung mana hitam, dan mana putin putih," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.
"China melindungi keamanan dan hak sah orang asing," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (19/10/2020). ( Baca juga: Memanas, China Ancam Tahan Warga AS yang Kunjungi Taiwan )
Sebelumnya, menurut laporan WSJ, Beijing dapat menangkap warga AS sebagai pembalasan atas penuntutan para ilmuwan China di AS yang berbohong tentang hubungan mereka dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Laporan itu mengatakan ancaman itu sebenarnya telah dibuat berulang kali ke berbagai entitas, termasuk Kedutaan Besar AS di Beijing. Namun, Kementerian Luar Negeri AS belum secara terbuka merespons ancaman tersebut. ( Baca juga: Sri Mulyani Pamer Rasio Utang RI Masih Lebih Baik dari China, AS dan Thailand )
Seperti diketahui, pada bulan Juni, ilmuwan China Juan Tang alias Tang Juan, seorang peneliti medis di Universitas California, diselidiki oleh FBI sebelum berlindung di Konsulat China di San Francisco. Dia kemudian dituduh melakukan penipuan visa dan membuat pernyataan yang menipu, ketika dia keluar dari fasilitas pada bulan Juli.
Saat ini, Tang sudah keluar dari penjara dengan jaminan dan menunggu persidangannya. Insiden ini, serta insiden lain yang melibatkan peneliti China selama musim panas, dilaporkan telah mempercepat penutupan Konsulat China di Houston, yang menyebabkan penutupan balik Konsulat AS di Chengdu.
(esn)
Lihat Juga :