Tanpa Dihadiri Raja, Bahrain dan Israel Resmikan Hubungan Diplomatik
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif al-Zayani, mengatakan bahwa keputusan untuk menormalkan hubungan datang dari "kepercayaan pada nilai-nilai toleransi...di wilayah yang rakyatnya menderita akibat perang dan konflik."
Berkowitz mengatakan kedua belah pihak akan bebas untuk membuka kedutaan besar di negara masing-masing setelah upacara tersebut. Dia menambahkan bahwa kedutaan besar Israel di Manama dapat dibuka dalam beberapa bulan.
Kesibukan diplomasi antara beberapa sekutu regional utama Washington telah memberi Trump kemenangan kunci kebijakan luar negeri saat dia berkampanye untuk pemilihan presiden menjelang pemungutan suara pada bulan November mendatang. (Baca juga: Raja Bahrain: Kesepakatan dengan Israel Tidak untuk Melawan Negara Lain )
Namun, normalisasi hubungan negara Yahudi itu dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah membuat marah warga Palestina, yang menyebut kesepakatan itu sebagai "tikaman dari belakang" dan mendesak negara-negara Arab untuk mempertahankan persatuan melawan Israel.
Zayani, bagaimanapun, pada hari Minggu menekankan bahwa Bahrain menyerukan negosiasi langsung antara Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik berdasarkan solusi dua negara.
Seperti Israel, baik Manama dan Abu Dhabi memiliki kebijakan luar negeri yang sangat anti-Iran dan Teheran telah mengecam normalisasi tersebut.
Monarki Teluk telah melanggar konsensus Arab selama puluhan tahun bahwa tidak akan ada hubungan dengan negara Yahudi sampai negara itu berdamai dengan Palestina.
Berkowitz mengatakan kedua belah pihak akan bebas untuk membuka kedutaan besar di negara masing-masing setelah upacara tersebut. Dia menambahkan bahwa kedutaan besar Israel di Manama dapat dibuka dalam beberapa bulan.
Kesibukan diplomasi antara beberapa sekutu regional utama Washington telah memberi Trump kemenangan kunci kebijakan luar negeri saat dia berkampanye untuk pemilihan presiden menjelang pemungutan suara pada bulan November mendatang. (Baca juga: Raja Bahrain: Kesepakatan dengan Israel Tidak untuk Melawan Negara Lain )
Namun, normalisasi hubungan negara Yahudi itu dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah membuat marah warga Palestina, yang menyebut kesepakatan itu sebagai "tikaman dari belakang" dan mendesak negara-negara Arab untuk mempertahankan persatuan melawan Israel.
Zayani, bagaimanapun, pada hari Minggu menekankan bahwa Bahrain menyerukan negosiasi langsung antara Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik berdasarkan solusi dua negara.
Seperti Israel, baik Manama dan Abu Dhabi memiliki kebijakan luar negeri yang sangat anti-Iran dan Teheran telah mengecam normalisasi tersebut.
Monarki Teluk telah melanggar konsensus Arab selama puluhan tahun bahwa tidak akan ada hubungan dengan negara Yahudi sampai negara itu berdamai dengan Palestina.
Lihat Juga :