Studi WHO: Remdesivir Tidak Mempan Obati Covid-19

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 00:18 WIB
loading...
A A A
Namun, Dr. Andre Kalil, spesialis penyakit menular dari Universitas Nebraska yang membantu memimpin penelitian Remdesivir di AS, mengatakan penelitian WHO dirancang dengan buruk, yang membuat kesimpulannya kurang dapat diandalkan.

Ia mengatakan pasien dan dokter tahu pengobatan apa yang mereka gunakan, tidak ada infus plasebo untuk membantu menghindari pelaporan risiko atau manfaat yang bias, hanya ada sedikit informasi tentang keparahan gejala pasien saat pengobatan dimulai dan banyak data yang hilang.(Baca juga: Eropa dan Korsel Bersaing Dapatkan Remdesivir )

"Desain studi yang berkualitas buruk tidak dapat diperbaiki dengan ukuran sampel yang besar, tidak peduli seberapa besar," tulis Kalil dalam email.

Lebih lanjut, penelitian WHO menguji remdesivir 10 hari, sehingga beberapa pasien mungkin dirawat di rumah sakit lebih lama dari yang mereka butuhkan hanya untuk menyelesaikan pengobatan, membuat lama rawat mereka terlihat buruk dibandingkan dengan pasien lain yang mendapatkan perawatan biasa.

Pembuat Remdesivir, Gilead Sciences, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hasilnya tidak konsisten dengan penelitian yang lebih ketat dan belum sepenuhnya ditinjau atau dipublikasikan.(Lihat video: Kabupaten Sitaro Raih Penghargaan Wilayah Zero Covid-19 dari BNPB )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved