Rusia: Klaim Barat Soal Vaksin Sputnik V Saling Bertentangan

Selasa, 13 Oktober 2020 - 20:53 WIB
loading...
Rusia: Klaim Barat Soal...
Dmitriev menuturkan, Barat secara teratur membuat tuduhan tidak berdasar terhadap vaksin Covid-19 Rusia, tapi saat ini klaim tersebut sering bertentangan satu sama lain. Foto/Ist
A A A
MOSKOW - CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev menuturkan, Barat secara teratur membuat tuduhan tidak berdasar terhadap vaksin Covid-19 Rusia, Sputnik V. Namun, Dmitriev menyebut saat ini klaim tersebut sering bertentangan satu sama lain.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Dmitriev ditanya apakah pihak berwenang Rusia memberikan tekanan pada pengembang obat ini. Dia menuturkan, tekanan justru datang dari Barat, dengan klaim mereka soal vaksin ini, mulai dari keamanan hingga efektifitas. ( Baca juga: Ridwan Kamil: Depok Kota Pertama yang Dapat Vaksin Covid-19 Bulan Depan )

"Saya pikir, jika ada tekanan politik, sebenarnya itu adalah tekanan politik dari Barat untuk melemahkan vaksin Rusia. Sangat menarik bahwa Barat daripada mencoba melawan Covid-19, benar-benar memerangi vaksin Rusia sepanjang waktu dengan tuduhan yang berbeda dan saling bertentangan," ucapnya, seperti dilansir Tass pada Selasa (13/10/2020).

"Ada tuduhan bahwa semua miliarder Rusia mendapatkan vaksinasi dan (kemudian) mereka mengatakan bahwa orang-orang dipaksa untuk divaksinasi. Barat perlu mengambil keputusan, miliarder yang mendapatkan vaksinasi dan vaksinnya bagus atau orang-orang yang dipaksa (untuk divaksinasi), dan itu tidak begitu baik," sambungnya.

Disinggung soal pernyataan Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), William Evanina bahwa Rusia, China, dan Iran diduga berusaha mencegah AS menerima vaksin untuk melawan Covid-19. Dmitriev menyebutnya sebagai tuduhan yang aneh. ( Baca juga: Peserta Sakit Misterius, Johnson & Johnson Setop Tes Vaksin Covid-19 )

"Sejujurnya, bagi saya ini sangat aneh dan mengejutkan bahwa orang-orang akan mencoba "mengecat" Rusia dengan warna-warna gelap. Pada dasarnya kami ingin mereka melihat vaksin ini. Kami yakin ini berhasil, mari kita bekerja sama dalam vaksin ini dan vaksin lainnya," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved