Jerman Minta UE Turut Jatuhkan Sanksi kepada Presiden Belarusia

Senin, 12 Oktober 2020 - 20:12 WIB
loading...
Jerman Minta UE Turut...
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko harus masuk dalam daftar sanksi baru Uni Eropa (UE). Foto/REUTERS
A A A
BERLIN -

Menteri Luar Negeri Jerman , Heiko Maas mengatakan Presiden Belarusia , Alexander Lukashenko harus masuk dalam daftar sanksi baru Uni Eropa (UE) . Hal itu disampaikan Maas jelang pertemuan Menteri Luar Negeri UE di Luksemburg.

"Kami harus mengakui bahwa sejak pertemuan terakhir tidak ada yang membaik (di Belarusia). Rezim Lukashenko terus melakukan kekerasan, kami masih melihat penangkapan demonstran damai," kata Maas dalam sebuah pernyataan.

"Saya mengusulkan untuk membuka jalan bagi paket sanksi lain, dan Lukashenko harus menjadi salah satu orang dalam daftar sanksi ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (12/10/2020).

Awal bulan ini, UE telah menjatuhkan sanksi terhadap setidaknya 40 orang dan entitas di Belarusia. Sanksi tersebut turut menargetkan Menteri Dalam Negeri Belarusian, Yuri Karaev dan Kepala Komisis Pemilihan Umum Belarusia, Lidia Mikhailovna Yermoshina. ( Baca juga: Kementan Lepas Ekspor 5 Ton Bahan Baku Obat ke Jerman )

Sanksi tersebut adalah respon pemilihan presiden Belarusia yang berlangsung pada 9 Agustus, yang menurut Barat penuh dengan kecurangan. Selain kedua pejabat di atas, sanksi ini juga turut menargetkan komandan, pejabat keamanan, dan direktur penjara Belarusia.

Merespon hal itu, Belarusia kemudian mengumumkan bahwa mereka menjatuhkan sanksi terhadap UE dan mengancam akan merevisi hubungan diplomatik negara itu dengan blok tersebut. ( Baca juga: Uni Eropa Sanksi 40 Pejabat Belarusia )

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Jarang Terjadi, Amerika...
Jarang Terjadi, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved