Dubes Al Busyra: Pemuda Miliki Peran Sentral Dalam Diplomasi
Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:52 WIB
loading...
Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur mengatakan bahwa pemuda adalah salah satu elemen penting dalam diplomasi, khususnya diplomasi Indonesia. Foto/Tangkap layar
A
A
A
ADDIS ABABA - Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur mengatakan bahwa pemuda adalah salah satu elemen penting dalam diplomasi, khususnya diplomasi Indonesia. Dia menuturkan, hubungan antara pemuda Indonesia dan dunia, khususnya dengan Ethiopia memegang kunci dalam kemajuan dan pembangunan negara.
"Pemuda adalah kekuatan yang sangat besar, maha dahsyat dan diperukan bagi pembangunan dan kemajuan bangsa-bangsa, dan dunia. Bagi banyak bangsa di dunia, khususnya Indonesia, pemuda berada di garda terdepan dalam penyelenggaran diplomasi," ucapnya pada Kamis (8/10/2020).
Al Busyra mengatakan, Indonesia banyak sekali menyelenggarakan program yang melibatkan para pemuda, seperti pertukaran pemuda dengan negara-negara sahabat. Selain kunjungan-kunjungan persahabatan, jelassnya, ada juga kerjasama pemuda internasional lainnya yang berorientasi pada saling isi, pembangunan kapasitas dan mempererat persahabatan global.
"Pemuda memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan diplomasi bilateral, regional dan multilateral. Melalui dan dengan peran pemuda, satu negara akan lebih mudah memenangkan hati dan pikiran orang lain. Indonesia menempatkan pemuda sebagai rekan dan sahabat dalam menyelenggarkan kegiatan diplomasi publik. Suksesnya diplomasi Indonesia karena disitu pemuda hadir dengan kontribusi yang tidak bisa diabaikan," ungkapnya.
Dia kemudian menyinggung mengenai hubungan antara pemuda Indonesia dan Ethopia. Mantan Konsul Jenderal Indonesia Houston itu mengatakan Hubungan pemuda Indonesia dan Ethiopia bermula dari kehadiran pemuda, staf pemuda dari kalangan pemerintah Ethiopia di Indonesia. ( Baca juga: Al Busyra: Generasi Muda Perlu Bekali Diri dengan Soft Skills )
"Mereka mengikuti berbagai program pendidikan dan juga pelatihan di banyak perguruan tinggi di Indonesia, juga institusi dan lembaga atas biaya pemerintah Indonesia, termasuk program beasiswa. Berdasarkan catatan saya, pemuda Ethiopia belajar di Indonesia pada tahun 1984, mereka mendalami ilmu di bidang manajemen," ujarnya.
Di Indonesia, Al Busyra menuturkan, para pemuda Ethiopia tersebut menjalin hubungan persahabatan tidak saja dengan lembaga atau institusi tempat mereka belajar, atau menjalani program pelatihan, tapi juga dengan orang-orang Indonesia di berbagai kota. ( Baca juga: Ethiopia Larang Penerbangan di Atas Bendungan Demi Keamanan )
"Ethipoia adalah salah satu negara yang memiliki mahasiswa dan pemuda yang juga sangat aktif di Afrik dan dunia. Mereka memiliki kerjasama yang luas, mereka juga sangat aktif dalam kegiatan organisasi diluar kampus. Seperti di Indonesia, pemuda di Ethiopia aktif, mereka banyak sekali mendirikan organisasi kepemudaan dan semuanya beroritentasi meningkatkan kualitas, kecakapan, dan kemampuan diri, serta memajukan kehidupan masyarakat," tukasnya.
"Pemuda adalah kekuatan yang sangat besar, maha dahsyat dan diperukan bagi pembangunan dan kemajuan bangsa-bangsa, dan dunia. Bagi banyak bangsa di dunia, khususnya Indonesia, pemuda berada di garda terdepan dalam penyelenggaran diplomasi," ucapnya pada Kamis (8/10/2020).
Al Busyra mengatakan, Indonesia banyak sekali menyelenggarakan program yang melibatkan para pemuda, seperti pertukaran pemuda dengan negara-negara sahabat. Selain kunjungan-kunjungan persahabatan, jelassnya, ada juga kerjasama pemuda internasional lainnya yang berorientasi pada saling isi, pembangunan kapasitas dan mempererat persahabatan global.
"Pemuda memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan diplomasi bilateral, regional dan multilateral. Melalui dan dengan peran pemuda, satu negara akan lebih mudah memenangkan hati dan pikiran orang lain. Indonesia menempatkan pemuda sebagai rekan dan sahabat dalam menyelenggarkan kegiatan diplomasi publik. Suksesnya diplomasi Indonesia karena disitu pemuda hadir dengan kontribusi yang tidak bisa diabaikan," ungkapnya.
Dia kemudian menyinggung mengenai hubungan antara pemuda Indonesia dan Ethopia. Mantan Konsul Jenderal Indonesia Houston itu mengatakan Hubungan pemuda Indonesia dan Ethiopia bermula dari kehadiran pemuda, staf pemuda dari kalangan pemerintah Ethiopia di Indonesia. ( Baca juga: Al Busyra: Generasi Muda Perlu Bekali Diri dengan Soft Skills )
"Mereka mengikuti berbagai program pendidikan dan juga pelatihan di banyak perguruan tinggi di Indonesia, juga institusi dan lembaga atas biaya pemerintah Indonesia, termasuk program beasiswa. Berdasarkan catatan saya, pemuda Ethiopia belajar di Indonesia pada tahun 1984, mereka mendalami ilmu di bidang manajemen," ujarnya.
Di Indonesia, Al Busyra menuturkan, para pemuda Ethiopia tersebut menjalin hubungan persahabatan tidak saja dengan lembaga atau institusi tempat mereka belajar, atau menjalani program pelatihan, tapi juga dengan orang-orang Indonesia di berbagai kota. ( Baca juga: Ethiopia Larang Penerbangan di Atas Bendungan Demi Keamanan )
"Ethipoia adalah salah satu negara yang memiliki mahasiswa dan pemuda yang juga sangat aktif di Afrik dan dunia. Mereka memiliki kerjasama yang luas, mereka juga sangat aktif dalam kegiatan organisasi diluar kampus. Seperti di Indonesia, pemuda di Ethiopia aktif, mereka banyak sekali mendirikan organisasi kepemudaan dan semuanya beroritentasi meningkatkan kualitas, kecakapan, dan kemampuan diri, serta memajukan kehidupan masyarakat," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :