Nagorno-Karabakh, Konflik Etnik yang Meledak Jadi Perang Regional
Rabu, 07 Oktober 2020 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan tercapai 26 tahun silam, sehingga 600.000 warga Azerbaijan meninggalkan wilayah itu dan Nagorno-Karabakh rawan diserang oleh Azerbaijan yang bertekad menguasai kembali kawasan itu.
Pasar minyak global menjadi latar belakang konflik saat ekonomi dan militer Azerbaijan menguat sebagai eksportir minyak.
Kawasan Nagorno-Karabakh selalu rawan konflik lokal, tapi di masa lalu, Rusia dan Turki bekerja sama meredam ketegangan. Saat pertempuran baru terjadi pada 27 September, Azerbaijan menyebut Armenia membombardir wilayahnya untuk pertama kali. Adapun Armenia menyatakan Azerbaijan melancarkan serangan tanpa diprovokasi. Sekitar 150 orang pun tewas dan jumlahnya terus bertambah.
Pertempuran itu pun menarik berbagai kekuatan regional untuk terlibat. Turki dan Rusia tak lagi seirama saat keduanya sama-sama agresif di Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS) mulai menarik diri.
Hubungan antara Turki, Rusia dan AS pun semakin rumit. Turki berupaya mengasingkan AS dengan membeli rudal antipesawat dari Rusia dan memutus kesepakatan jaringan pipa gas alam yang merugikan Ukraina. Pada saat yang sama, pertempuran terjadi antara para milisi yang didukung Turki untuk melawan Rusia di Suriah dan Libya.
Setelah serangan udara Rusia di Suriah yang menewaskan tentara Turki awal tahun ini, Turki segera muncul di medan perang lain di mana Rusia lemah.
Pasar minyak global menjadi latar belakang konflik saat ekonomi dan militer Azerbaijan menguat sebagai eksportir minyak.
Kawasan Nagorno-Karabakh selalu rawan konflik lokal, tapi di masa lalu, Rusia dan Turki bekerja sama meredam ketegangan. Saat pertempuran baru terjadi pada 27 September, Azerbaijan menyebut Armenia membombardir wilayahnya untuk pertama kali. Adapun Armenia menyatakan Azerbaijan melancarkan serangan tanpa diprovokasi. Sekitar 150 orang pun tewas dan jumlahnya terus bertambah.
Pertempuran itu pun menarik berbagai kekuatan regional untuk terlibat. Turki dan Rusia tak lagi seirama saat keduanya sama-sama agresif di Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS) mulai menarik diri.
Hubungan antara Turki, Rusia dan AS pun semakin rumit. Turki berupaya mengasingkan AS dengan membeli rudal antipesawat dari Rusia dan memutus kesepakatan jaringan pipa gas alam yang merugikan Ukraina. Pada saat yang sama, pertempuran terjadi antara para milisi yang didukung Turki untuk melawan Rusia di Suriah dan Libya.
Setelah serangan udara Rusia di Suriah yang menewaskan tentara Turki awal tahun ini, Turki segera muncul di medan perang lain di mana Rusia lemah.
Lihat Juga :