Peneliti Havard: AS Perlu Social Distancing COVID-19 hingga 2022

Rabu, 15 April 2020 - 15:39 WIB
loading...
Peneliti Havard: AS...
Orang-orang menunggu dalam antrean social distancing untuk mencegah penyebaran COVID-19 di luar toko kelontong Street Trader Joe ke-14, di Washington, Amerika Serikat, 14 April 2020. Foto/REUTERS / Tom Brenner
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat mungkin perlu memperpanjang social distancing atau menjaga jarak sosial yang diadopsi selama wabah virus corona baru (COVID-19) hingga 2022. Pendapat itu disampaikan para peneliti di Harvard School of Public Health.

Studi ini dilakukan ketika lebih dari 26.000 orang meninggal di Amerika Serikat akibat wabah tersebut. Pendapat para peneliti itu muncul ketika para pemimpin Amerika memperdebatkan cara membuka kembali ekonominya.

"Jarak yang terputus-putus mungkin diperlukan hingga tahun 2022 kecuali jika kapasitas perawatan kritis meningkat secara substansial atau pengobatan atau vaksin tersedia," kata para peneliti Harvard dalam laporan yang diterbitkan hari Selasa di jurnal Science dan dilansir Reuters, Rabu (15/4/2020).

Memberikan contoh Korea Selatan dan Singapura, para peneliti menulis bahwa social distancing yang efektif dapat mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan dan memungkinkan pelacakan kontak dan karantina menjadi layak.

Studi ini mengakui bahwa waktu social distancing yang terlalu lama kemungkinan besar akan memiliki konsekuensi yang sangat negatif terhadap ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Presiden FIFA Akhirnya...
Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Panas! Iran Tembak Kapal...
Panas! Iran Tembak Kapal Tanker Qatar di Selat Hormuz
Rekomendasi
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Berita Terkini
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved