Rusia Sebut Tak Masalah Pasok Sistem Rudal S-400 ke Iran

Senin, 05 Oktober 2020 - 08:20 WIB
loading...
A A A
Dzhagaryan juga mengenang bahwa segera setelah pemerintahan Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018, Moskow mengambil sikap tegas terhadap Amerika Serikat. "Dan meminta tiga penandatangan kesepakatan Eropa untuk berdiri bersama dengan kami," paparnya.

“Tapi masalah yang ingin saya tangani sangat penting; ketiga negara Eropa tidak mendukung Amerika Serikat, tetapi mereka juga terus mengkritik aktivitas Iran di kawasan itu. Di satu sisi, mereka mengatakan embargo senjata terhadap Iran harus dicabut. Di sisi lain, mereka mengatakan bahwa Iran tidak boleh melanjutkan aktivitasnya. Pihak Rusia telah mengatakan sejak awal bahwa tidak akan ada masalah dalam menjual senjata ke Iran mulai 19 Oktober," imbuh Dzhagaryan.

Bulan lalu, setelah upayanya untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Iran gagal di PBB, Washington mengancam akan memberlakukan "kekuatan penuh" sanksi sekunder terhadap produsen senjata mana pun yang berurusan dengan Iran. (Baca juga: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )

Iran sudah memiliki pengalaman dengan peralatan militer buatan Rusia, termasuk sistem pertahanan udara S-300. Pada bulan Agustus, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami memeriksa sistem S-400 selama perjalanan ke Rusia untuk pameran militer ARMY-2020 di luar Moskow.

S-400 saat ini adalah sistem pertahanan udara mobile jalan paling canggih di gudang senjata Rusia, dan mampu menembak jatuh segala sesuatu mulai dari pesawat musuh, helikopter dan drone hingga rudal balistik dan jelajah pada jarak hingga 400 km. Selain Rusia, sistem ini dioperasikan oleh China, Belarusia, dan Turki. Sedangkan India masih menanti kiriman senjata tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Trump Blak-blakan kepada...
Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!
Rekomendasi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved