Pengungsi Palestina Dilarang Kembali ke Lebanon dengan Alasan Covid-19

Rabu, 06 Mei 2020 - 01:01 WIB
loading...
Pengungsi Palestina...
Keluarga pengungsi Palestina di Lebanon. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Direktorat Keamanan Publik di Beirut melarang para pengungsi Palestina yang terlantar di luar negeri untuk kembali ke Lebanon.

Larangan itu dilaporkan oleh Al Watan Voice. Para pekerja domestik juga termasuk dalam larangan tersebut.

Staf di maskapai nasional Lebanon, Middle East Airlines (MEA), telah diminta tidak mengizinkan pengungsi atau pekerja Palestina naik pesawat mereka menuju Lebanon selama krisis virus corona (Covid-19).

Para pengungsi itu biasanya memiliki pasangan warga Lebanon atau anak mereka warga Lebanon.

“Banyak warga Palestina yang menyiapkan diri kembali ke Lebanon dengan penerbangan MEA diberi tahu bahwa nama mereka telah dihapus dari daftar untuk perjalanan tersebut,” ungkap laporan kantor berita Rusia, Sputnik.

Sputnik menyebut kebijakan itu tidak adil dan tidak masuk akal karena warga Palestina itu tak memiliki alternatif tujuan lain.

“Seorang pengungsi Palestina dari Lebanon yang ibunya warga Lebanon dan menikah dengan warga Lebanon, diseret keluar dari pesawat oleh staf keamanan di Bandara Dubai setelah diketahui dia bukan warga Lebanon,” papar laporan media Lebanon, Al Akhbar.

Banyak pengungsi Palestina telah tinggal selama bertahun-tahun di sejumlah kamp di Lebanon. Mereka biasanya telah berbaur, menikah dan berkeluarga dengan warga Lebanon. (Baca Juga: Terungkap, Kasus COVID-19 Pertama di Prancis Terjadi Pada Desember)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved