Debat Penuh Makian dan Interupsi di Pilpres Amerika Serikat

Kamis, 01 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
Debat Penuh Makian dan...
Presiden AS Donald Trump (kri) dan Joe Biden berpartisipasi dalam debat kampanye Presiden 2020 pertama mereka di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, kemarin. Foto/Reuters
A A A
NEW YORK - Debat antara calon presiden (capres) Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat berlangsung sengit dan penuh dengan makian serta interupsi. Mereka berdebat tentang penanganan pandemi virus corona, perawatan kesehatan, serta ekonomi dengan atmosfer penuh kemarahan dan temperamen.

Trump berusaha menguasai debat yang berlangsung selama 90 menit dan berusaha memojokkan Biden dengan menuding mereka akan mencuri pemilu presiden November mendatang. Dalam laporan CBS, dia menginterupsi Biden saat berbicara sebanyak 73 kali. Trump juga menolak untuk mengecam kelompok supremasi kulit putih ketika diminta. (Baca: Waspada dan Jangan Meremehkan Sifat Lalai)

Siapa pemenang dalam debat capres AS pertama tersebut? Debat tersebut dimenangkan oleh Biden karena dia mampu mengatasi tekanan. Dia juga tidak terlihat kalah dalam perdebatan. Dia juga mampu menunjukkan bahwa dia mampu mengambil poin yang jelas, berbicara dengan metaforis, dan tetap keren. Biden memenuhi semua standar tersebut.

Jajak pendapat yang dilaksanakan SSRS untuk CNN menunjukkan enam dari 10 penonton debat menyatakan Biden melaksanakan tugas dengan baik. Hanya 28% penonton yang menjagokan Trump. Dua per tiga orang juga menganggap jawaban Biden saat debat lebih mengandung kebenaran dibandingkan Trump. Kalau survei sebelum debat dilaksanakan, 56% mendukung Biden akan berdebat lebih baik, sedangkan 43% lebih mendukung Trump.

Moderator Chris Wallace tidak pernah berupaya mengontrol debat ketika Trump berulang kali meminta agar Biden diizinkan berbicara. Kedua capres itu saling berbicara sendiri-sendiri sehingga membuat penonton sulit mengetahui poin yang hendak mereka sampaikan. Pada satu titik ketika berulang kali diinterupsi, Biden mengatakan, “Maukah kamu diam? Ini sangat tidak rahasia.” (Baca juga: Bantu Guru PJJ, Kemendikbud Luncurkan Program Guru Belajar)

Wallance pun berusaha menghentikan Trump yang mengabaikan batasan waktu dan merebut jatah berbicara Biden . “Saya pikir negara ini akan lebih baik ketika kita mengizinkan orang berbicara dengan interupsi yang lebih sedikit. Saya meminta Anda bisa melakukan itu,” pinta Wallace. Ketika Trump mengatakan kepada Wallace agar Biden juga diberi tahu, Wallace pun mengatakan, “Baik, sejujurnya, kamu lebih banyak menginterupsi.”

Debat yang dilaksanakan pada Selasa (29/9) malam waktu setempat, 1,4 juta rakyat AS telah memberikan suaranya. Debat itu hanya berusaha memengaruhi pemilih yang belum memberikan suara. Namun, mayoritas pemilih AS sudah memiliki calon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Influencer Andrew-Tristan...
Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Rekomendasi
Ceramah di Sekolah Alazka,...
Ceramah di Sekolah Alazka, KH Anwar Zahid Minta Orang Tua Dampingi Anak Main HP
Wagub Rano Minta Sudirman-Thamrin...
Wagub Rano Minta Sudirman-Thamrin Jadi Ruang Seni saat Jakarta Berusia 500 Tahun
Miskah Umumkan Kehamilan...
Miskah Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Sudah 4 Bulan
Berita Terkini
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved