Jalan Terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia
Senin, 28 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai pemimpin PKR (Partai Keadilan Rakyat), partai kunci pada pemerintahan Pakatan Harapan (PH) yang mengantarkan Mahathir kembali jadi PM, Anwar pun menunggu dengan sabar janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaannya. Tapi, Mahathir mengulur waktu hingga pemerintahan PH bubar.
Rabu lalu, Anwar menyatakan kesiapannya menggantikan Muhyiddin yang memimpin dengan selisih suara tipis sejak Maret lalu. Pemimpin UMNO Ahmad Zahid Hamidi juga menyatakan beberapa anggota partainya kini mendukung Anwar. Beberapa anggota parlemen juga telah menyatakan dukungan untuk Anwar.
Anwar pun melunakkan pendiriannya dengan menyatakan bahwa mayoritas pendukungnya adalah Melayu dan Muslim. Dia juga berjanji menghadirkan representasi adil bagi seluruh ras tanpa menyebut warga etnik India dan China yang memegang posisi kunci di partai dan koalisinya.
Anwar telah membayar “harga mahal” selama bertahun-tahun. Kini, menurut Greg Lopez, pengajar di Murdoch University Executive Education Center di Perth, Australia, Anwar ingin membuat terobosan. “Dia (Anwar) ingin kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik,” kata Lopez.
Selama beberapa dekade, Anwar selalu selamat dan eksis meskipun telah dihajar dari kiri, kanan, dan tengah. “Dia memiliki kemampuan untuk membuat Malaysia terus bermanuver. Minimal, dia tidak lagi membuat kerusakan dibandingkan para PM Malaysia lainnya,” tutur Lopez. (Baca juga: Susu Colostrum Diklaim Mampu Pulihkan Sraf Kejepit)
Rabu lalu, Anwar menyatakan kesiapannya menggantikan Muhyiddin yang memimpin dengan selisih suara tipis sejak Maret lalu. Pemimpin UMNO Ahmad Zahid Hamidi juga menyatakan beberapa anggota partainya kini mendukung Anwar. Beberapa anggota parlemen juga telah menyatakan dukungan untuk Anwar.
Anwar pun melunakkan pendiriannya dengan menyatakan bahwa mayoritas pendukungnya adalah Melayu dan Muslim. Dia juga berjanji menghadirkan representasi adil bagi seluruh ras tanpa menyebut warga etnik India dan China yang memegang posisi kunci di partai dan koalisinya.
Anwar telah membayar “harga mahal” selama bertahun-tahun. Kini, menurut Greg Lopez, pengajar di Murdoch University Executive Education Center di Perth, Australia, Anwar ingin membuat terobosan. “Dia (Anwar) ingin kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik,” kata Lopez.
Selama beberapa dekade, Anwar selalu selamat dan eksis meskipun telah dihajar dari kiri, kanan, dan tengah. “Dia memiliki kemampuan untuk membuat Malaysia terus bermanuver. Minimal, dia tidak lagi membuat kerusakan dibandingkan para PM Malaysia lainnya,” tutur Lopez. (Baca juga: Susu Colostrum Diklaim Mampu Pulihkan Sraf Kejepit)
Lihat Juga :