Belum Genap Sebulan Menjabat, PM Baru Lebanon Mengundurkan Diri
Minggu, 27 September 2020 - 19:05 WIB
loading...
Perdana Menteri Lebanon, Mustapha Adib mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dari posisinya saat ini, kurang dari satu bulan setelah dia dilantik sebagai Perdana Menteri. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIRUT - Perdana Menteri Lebanon , Mustapha Adib mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dari posisinya saat ini. Langkah ini diambil Adib kurang dari satu bulan setelah dia dilantik sebagai Perdana Menteri Lebanon.
Adib, yang dilantik pada 31 Agustus lalu, mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Lebanon di tengah kebuntuan politik atas pembentukan kabinet pemerintahan baru. ( Baca juga: Raja Salman: Hizbullah Telah Menghancurkan Lebanon, Harus Dilucuti )
"Saya mundur dari tugas membentuk pemerintah yang baru," kata Adib pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Lebanon, Michael Aoun, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (27/9/2020).
Pembentukan kabinet baru diharapkan selesai pada 15 September, tetapi upaya itu terhalang oleh ketidaksepakatan yang sedang berlangsung antara kekuatan politik yang bersaing. ( Baca juga: Pesepak Bola Lebanon Tewas Diterjang Peluru Nyasar )
Pembentukan kabinet terhenti karena kekhawatiran tentang tuntutan yang dibuat oleh kelompok Syiah Amal dan Hizbullah untuk memilih kandidat untuk posisi menteri keuangan. Posisi menteri keuangan akan memainkan peran penting dalam menyusun program untuk mengangkat Lebanon dari krisis ekonomi yang parah.
Awal pekan ini, Adib telah meminta semua pihak untuk membantunya membentuk pemerintahan independen untuk menyelamatkan negara yang dilanda krisis. Pemerintahan baru diperlukan untuk meloloskan serangkaian reformasi yang diperlukan untuk membuka bantuan luar negeri.
Adib, yang dilantik pada 31 Agustus lalu, mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Lebanon di tengah kebuntuan politik atas pembentukan kabinet pemerintahan baru. ( Baca juga: Raja Salman: Hizbullah Telah Menghancurkan Lebanon, Harus Dilucuti )
"Saya mundur dari tugas membentuk pemerintah yang baru," kata Adib pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Lebanon, Michael Aoun, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (27/9/2020).
Pembentukan kabinet baru diharapkan selesai pada 15 September, tetapi upaya itu terhalang oleh ketidaksepakatan yang sedang berlangsung antara kekuatan politik yang bersaing. ( Baca juga: Pesepak Bola Lebanon Tewas Diterjang Peluru Nyasar )
Pembentukan kabinet terhenti karena kekhawatiran tentang tuntutan yang dibuat oleh kelompok Syiah Amal dan Hizbullah untuk memilih kandidat untuk posisi menteri keuangan. Posisi menteri keuangan akan memainkan peran penting dalam menyusun program untuk mengangkat Lebanon dari krisis ekonomi yang parah.
Awal pekan ini, Adib telah meminta semua pihak untuk membantunya membentuk pemerintahan independen untuk menyelamatkan negara yang dilanda krisis. Pemerintahan baru diperlukan untuk meloloskan serangkaian reformasi yang diperlukan untuk membuka bantuan luar negeri.
(esn)
Lihat Juga :