Disebut Pengacau oleh Raja Salman, Iran: Arab Saudi Putar Balikkan Fakta

Jum'at, 25 September 2020 - 02:03 WIB
loading...
A A A
Arab Saudi yang mayoritas Muslim Sunni dan Iran yang didominasi Muslim Syiah telah bertahun-tahun terkunci dalam beberapa perang proksi di kawasan itu, termasuk di Yaman di mana koalisi yang dipimpin Saudi telah memerangi gerakan Houthi yang berpihak pada Teheran. (Baca: Para Pembangkang Arab Saudi Dirikan Partai Oposisi Melawan Raja Salman )

“Kekalahan politik dan (konflik) darat yang konstan di Yaman, telah membuat Arab Saudi beralih ke pembicaraan yang mengigau dan mereka ingin melepaskan diri dari tanggung jawab kejahatan perang mereka terhadap perempuan dan anak-anak Yaman dengan menuding negara lain,” kata Khatibzadeh, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (25/9/2020).

Dia mengatakan dukungan Arab Saudi terhadap kampanye sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran, upaya untuk memperluas hubungan dengan Israel dan uang tebusan miliaran dolar dari kantong rakyatnya sendiri tidak membuahkan hasil, mengubahnya menjadi negara lemah di antara negara-negara Arab.

Dalam pidatonya, Raja Salman menahan diri dari mengkritik kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dan Israel serta antara Bahrain dan Israel. Normalisasi hubunagan itu ditengahi oleh AS. (Baca juga: Arab Saudi Menyumbang Rp149,2 Miliar untuk Perangi Terorisme Nuklir )

Utusan Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi, juga mengecam tuduhan Raja Salman sebagai tuduhan yang tidak berdasar. "Arab Saudi sebagai sumber ketidakstabilan di wilayah tersebut," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved