350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Selasa, 28 Juli 2026 - 21:29 WIB
loading...
Serangan AS dan Israel menghancurkan puluhan ribu lokasi sipil di Iran. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan lebih dari 350 staf pemerintah telah tewas dalam serangan AS-Israel sejak perang dimulai lima bulan lalu. Laporan itu muncul seiring upaya kembali ke gencatan senjata antara AS dan Iran.
“Saat bertemu dengan keluarga para martir, saya harus mengingatkan Anda bahwa selama beberapa hari ini lebih dari 350 pegawai pemerintah telah gugur saat bertugas,” kata Mohajerani dalam pernyataan.
Dia menjelaskan, “Mulai dari insinyur yang mengorbankan nyawanya di atas menara BTS untuk menjaga komunikasi masyarakat di Hormozgan, hingga para teknisi listrik yang meninggal untuk menjaga aliran listrik, dan para dokter serta perawat yang berdedikasi. Menyebutkan orang-orang terkasih ini adalah penghormatan kepada mereka agar mereka tahu bahwa kami merasa berhutang budi atas pengorbanan mereka dan berterima kasih atas upaya mereka yang sempurna.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi telah membahas melalui telepon upaya yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran dan membuka Selat Hormuz.
“Araghchi menjelaskan kepada mitranya dari Jepang mengenai situasi terkini dalam proses diplomatik yang bertujuan membangun perdamaian dan stabilitas regional,” demikian pernyataan di saluran Telegram-nya.
“Kedua pihak menekankan perlunya koordinasi dan kerja sama bersama yang berkelanjutan untuk menghilangkan ketidakamanan di Selat Hormuz,” tambahnya.
Jepang bergantung pada selat tersebut untuk lebih dari 90% impor minyak mentahnya.
Baca juga: Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
“Saat bertemu dengan keluarga para martir, saya harus mengingatkan Anda bahwa selama beberapa hari ini lebih dari 350 pegawai pemerintah telah gugur saat bertugas,” kata Mohajerani dalam pernyataan.
Dia menjelaskan, “Mulai dari insinyur yang mengorbankan nyawanya di atas menara BTS untuk menjaga komunikasi masyarakat di Hormozgan, hingga para teknisi listrik yang meninggal untuk menjaga aliran listrik, dan para dokter serta perawat yang berdedikasi. Menyebutkan orang-orang terkasih ini adalah penghormatan kepada mereka agar mereka tahu bahwa kami merasa berhutang budi atas pengorbanan mereka dan berterima kasih atas upaya mereka yang sempurna.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi telah membahas melalui telepon upaya yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran dan membuka Selat Hormuz.
“Araghchi menjelaskan kepada mitranya dari Jepang mengenai situasi terkini dalam proses diplomatik yang bertujuan membangun perdamaian dan stabilitas regional,” demikian pernyataan di saluran Telegram-nya.
“Kedua pihak menekankan perlunya koordinasi dan kerja sama bersama yang berkelanjutan untuk menghilangkan ketidakamanan di Selat Hormuz,” tambahnya.
Jepang bergantung pada selat tersebut untuk lebih dari 90% impor minyak mentahnya.
Baca juga: Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
(sya)
Lihat Juga :