Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Selasa, 28 Juli 2026 - 12:08 WIB
loading...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ajak putrinya, Kim Ju-ae, hadiri peringatan ke-73 gencatan senjata Perang Korea untuk pertama kalinya. Foto/KCNA
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memberikan penghormatan di tugu monumen perang yang menandai peringatan ke-73 gencatan senjata Perang Korea. Uniknya, dia mengajak istrinya; Ri Sol-ju, dan putri mereka; Kim Ju-ae, untuk pertama kalinya dalam peringatan tersebut.
Menurut laporan media pemerintah Korut, KCNA, pada hari Senin, Kim Jong-un dan putrinya mengunjungi pemakaman, bertemu para veteran, dan meletakkan bunga di makam para pejuang gerilya generasi pertama. Dia mengulangi klaim Pyongyang tentang "kemenangan besar" dalam perang 1950-1953.
Baca Juga: Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Perang Korea hanya dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Ini artinya, Korea Utara dan Korea Selatan sejatinya masih berperang.
Foto dan video media pemerintah menunjukkan Kim Ju-ae berjalan di samping ayahnya selama kunjungan tersebut, berada di tengah formasi upacara dan menyapa para veteran lanjut usia.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan ini adalah pertama kalinya Kim Ju-ae menghadiri peringatan gencatan senjata dan kunjungan pertamanya ke Pemakaman Martir Perang Pembebasan Tanah Air atau Pemakaman Martir Revolusi.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) meyakini Kim Ju-ae telah diposisikan sebagai penerus Kim Jong-un berdasarkan "intelijen yang kredibel", menurut pengarahan yang diterima anggota parlemen Korea Selatan tahun ini.
Penilaian ini muncul setelah Kim Ju-ae secara berkala ditampilkan di media pemerintah mendampingi ayahnya. Pada bulan Maret, gambar yang dirilis media pemerintah menunjukkan dia mengendarai tank baru, setelah sebelumnya foto-foto dirinya menembak senapan di lapangan tembak dan menggunakan pistol juga dirilis.
Kim Jong-un juga mengunjungi pemakaman tentara sukarelawan China, memberi penghormatan di makam Mao Anying, putra Mao Zedong, sebagai tanda lebih lanjut dari membaiknya hubungan Pyongyang dengan Beijing.
Menteri Pertahanan Korea Utara No Kwang Chol menekankan dalam pidatonya pada acara tersebut bahwa,"Korea Utara tidak akan pernah mentoleransi tindakan kekuatan yang terus-menerus mengancam kedaulatan dan keamanan kami."
"Sebagai latihan pencegahan perang yang bertanggung jawab dan eksplisit, kami akan membela konstitusi, kedaulatan, dan kepentingan pembangunan kami, serta menjaga perdamaian dan keamanan regional," katanya.
Menurut laporan media pemerintah Korut, KCNA, pada hari Senin, Kim Jong-un dan putrinya mengunjungi pemakaman, bertemu para veteran, dan meletakkan bunga di makam para pejuang gerilya generasi pertama. Dia mengulangi klaim Pyongyang tentang "kemenangan besar" dalam perang 1950-1953.
Baca Juga: Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Perang Korea hanya dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Ini artinya, Korea Utara dan Korea Selatan sejatinya masih berperang.
Foto dan video media pemerintah menunjukkan Kim Ju-ae berjalan di samping ayahnya selama kunjungan tersebut, berada di tengah formasi upacara dan menyapa para veteran lanjut usia.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan ini adalah pertama kalinya Kim Ju-ae menghadiri peringatan gencatan senjata dan kunjungan pertamanya ke Pemakaman Martir Perang Pembebasan Tanah Air atau Pemakaman Martir Revolusi.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) meyakini Kim Ju-ae telah diposisikan sebagai penerus Kim Jong-un berdasarkan "intelijen yang kredibel", menurut pengarahan yang diterima anggota parlemen Korea Selatan tahun ini.
Penilaian ini muncul setelah Kim Ju-ae secara berkala ditampilkan di media pemerintah mendampingi ayahnya. Pada bulan Maret, gambar yang dirilis media pemerintah menunjukkan dia mengendarai tank baru, setelah sebelumnya foto-foto dirinya menembak senapan di lapangan tembak dan menggunakan pistol juga dirilis.
Kim Jong-un juga mengunjungi pemakaman tentara sukarelawan China, memberi penghormatan di makam Mao Anying, putra Mao Zedong, sebagai tanda lebih lanjut dari membaiknya hubungan Pyongyang dengan Beijing.
Menteri Pertahanan Korea Utara No Kwang Chol menekankan dalam pidatonya pada acara tersebut bahwa,"Korea Utara tidak akan pernah mentoleransi tindakan kekuatan yang terus-menerus mengancam kedaulatan dan keamanan kami."
"Sebagai latihan pencegahan perang yang bertanggung jawab dan eksplisit, kami akan membela konstitusi, kedaulatan, dan kepentingan pembangunan kami, serta menjaga perdamaian dan keamanan regional," katanya.
(mas)
Lihat Juga :