Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:38 WIB
loading...
Dramatis, FSB Tangkap...
FSB tangkap seorang pria Rusia atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Five Eyes. Foto/TACC
A A A
MOSKOW - Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) telah menangkap seorang pria lokal atas tuduhan pengkhianatan karena menjadi mata-mata untuk Five Eyes, aliansi intelijen Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

"Federasi Rusia telah mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas ilegal seorang warga negara Federasi Rusia yang dicurigai melakukan pengkhianatan," kata FSB dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6

Five Eyes adalah aliansi kerja sama dan pertukaran data intelijen global yang beranggotakan lima negara: Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Menurut FSB, pria yang ditangkap merupakan penduduk Khabarovsk kelahiran 1971. Dia diduga secara proaktif menjalin kontak dengan Dinas Intelijen Keamanan Selandia Baru (NZSIS).

Duta Besar Rusia untuk Selandia Baru, Stanislav Krans, mengatakan kepada RNZ pada hari Selasa (28/7/2026), bahwa pria tersebut telah memberikan informasi kepada NZSIS. "Melakukan kejahatan pengkhianatan tingkat tinggi," katanya.

Dalam pernyataannya, Krans mengatakan informasi yang diberikan pria tersebut dapat digunakan untuk melawan keamanan Rusia. Krans mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Sedangkan seorang juru bicara NZSIS mengatakan kepada RNZ bahwa pihaknya tidak akan berkomentar tentang apa yang "mungkin atau mungkin bukan masalah operasional".

FSB, dalam pernyataannya, mengatakan: "Kontak [tersangka dengan NZSIS] tersebut dilakukan untuk motif egois, atas instruksi dari dinas intelijen asing, menggunakan layanan email dan pesan instan asing, mengirimkan informasi kepada dinas intelijen asing yang dapat digunakan untuk melawan keamanan Federasi Rusia."

FSB mengatakan telah membuka kasus pidana terhadap pria tersebut dan dia sedang diselidiki berdasarkan Pasal 275 tentang pengkhianatan dari Kitab Undang-Undang Pidana Rusia.

Pria tersebut telah ditahan. "Dinas Keamanan Federal Rusia sekali lagi menarik perhatian warga negara pada fakta bahwa pengkhianatan dapat dihukum dengan hukuman pidana berdasarkan hukum Rusia, termasuk hukuman penjara seumur hidup," imbuh pernyataan FSB.

Surat kabar Moscow Times melaporkan bahwa pria tersebut ditangkap di kota Khabarovsk di tenggara Rusia.

Rekaman video oleh FSB yang ditayangkan oleh media Rusia menunjukkan pihak berwenang secara dramatis mencegat pria tersebut di trotoar jalan dan menjatuhkannya ke tanah sebelum memborgolnya. Dia kemudian dibawa ke tahanan dan rumahnya digeledah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Kuwait Bantah Ikut Serang...
Kuwait Bantah Ikut Serang Iran: Laporan Menyesatkan!
Rekomendasi
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
4 Dragster dari Empat...
4 Dragster dari Empat Daerah Warnai Persaingan Sentul Drag Record Simpati 5G 2026
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved