Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:14 WIB
loading...
Prancis Samakan AS dengan...
Tim delegasi AS walkout dari pertemuan DK PBB setelah Prancis menyamakan Amerika Serikat dengan Korea Utara. Foto/Anadolu
A A A
JENEWA - Perwakilan Amerika Serikat (AS) meninggalkan pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB pada hari Senin sebagai protes marah terhadap Prancis. Washington tak terima setelah Paris menyamakan Amerika dengan Korea Utara (Korut) dan negara-negara otoriter lainnya terkait pemungutan suara tentang hak asasi manusia (HAM).

Dan Negrea, pejabat senior dan perwakilan alternatif AS untuk Majelis Umum PBB, mengecam apa yang disebutnya sebagai "pencitraan yang tidak tulus" oleh Paris.

Baca Juga: Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!

“Ada seorang anggota dewan ini yang akan berpura-pura marah secara moral dan berpura-pura menggurui kita semua tentang setiap topik, baik itu tentang konflik yang sedang kita bahas lagi hari ini, atau bahkan hal-hal yang tidak terkait dengan perdamaian dan keamanan internasional, seperti hak asasi manusia,” kata Negrea.

“Itulah mengapa kami keluar ruangan selama intervensi Prancis," lanjut dia, mengacu pada aksi walkout AS pada pertemuan DK PBB yang berfokus pada perang di Ukraina.

Aksi walkout dari Dewan Keamanan, badan pembuat keputusan tertinggi PBB di mana Prancis dan Amerika Serikat adalah anggota tetap yang memiliki hak veto, sangat jarang terjadi.

Pada hari Jumat, Amerika Serikat adalah salah satu dari 10 negara yang memberikan suara di Majelis Umum PBB menentang perpanjangan masa jabatan Volker Turk sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, bergabung dengan Korea Utara, Rusia, dan Nikaragua, di antara negara-negara lainnya.

“AS dulunya merupakan mercusuar hak asasi manusia. Tidak lagi,” demikian pernyataan perwakilan Prancis untuk PBB di Jenewa dalam bahasa Inggris setelah pemungutan suara hari Jumat.

“Saat ini, Amerika Serikat berdiri bersama Korea Utara, Nikaragua, Mali, dan Rusia, terisolasi. Dan dunia tidak lagi mendengarkannya," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam pernyataannya pada hari Senin, Negrea mengatakan: “Saya mengingatkan mereka bahwa Amerika Serikat-lah yang tetap menjadi mercusuar kebebasan bagi dunia. Karena itu, kami tidak akan memberi mereka kesempatan untuk mendengarkan omong kosong mereka yang dipolitisasi.”

Duta Besar Prancis Jerome Bonnafont menanggapi aksi boikot AS, dengan mengatakan: “Tahun ini kita merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Dan semua orang tahu peran yang dimainkan Prancis dalam hal itu.”

"Prancis bekerja di PBB, baik di Dewan Keamanan maupun Majelis Umum, untuk melestarikan lembaga ini, kemerdekaannya, dan kemampuannya untuk bertindak demi kepentingan piagam, demi kepentingan HAM, dan demi perdamaian," imbuh dia, seperti dikutip dari AFP, Selasa (28/7/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Tabrakkan Mobil ke Parade...
Tabrakkan Mobil ke Parade LGBT di Berlin Jerman, Pelaku Ditembak Mati
Rekomendasi
Gelar TMMD ke 129, Kodim...
Gelar TMMD ke 129, Kodim 0726/Sukoharjo Perbaiki 5 Rumah Warga
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Wasit Slavko Vincic...
Wasit Slavko Vincic Pensiun usai Pimpin Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved