Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB
loading...
A A A
Dengan latar belakang itu, kehadiran kapal induk AS merupakan demonstrasi kemampuan proyeksi kekuatan dan elemen berulang dari strategi pencegahan Washington di Indo-Pasifik.

Selat Luzon juga merupakan salah satu jalur alami utama yang menghubungkan Laut Filipina dengan Laut China Selatan, menjadikannya rute transit yang sering digunakan oleh kelompok Angkatan Laut AS yang beroperasi di seluruh wilayah tersebut.

Dari Manuver Valiant Shield ke Laut China Selatan


Fase terbaru dari penempatan USS George Washington mengikuti jadwal operasional intensif selama beberapa minggu terakhir. Pada akhir Juni, kapal induk tersebut memimpin aktivitas selama Valiant Shield 2026, latihan perang gabungan yang diselenggarakan AS yang menyatukan pasukan Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat dari beberapa negara sekutu di seluruh Pasifik.

Latihan tersebut mencakup operasi pertahanan udara terintegrasi, peperangan anti-kapal selam, serangan maritim, dan koordinasi multidomain, dengan tujuan memperkuat kemampuan peserta untuk merespons secara kolektif terhadap skenario intensitas tinggi.

Sebelum memasuki Laut China Selatan, USS George Washington telah singgah di Guam untuk dukungan logistik dan pengisian ulang setelah menyelesaikan aktivitas operasional lainnya di Pasifik Barat. Kapal induk tersebut kemudian melanjutkan operasi bersama kapal pengawal yang ditugaskan ke kelompok serangannya sebelum menuju Selat Luzon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Mendagri Hadiri Pembukaan...
Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Video Viral di Lubuk...
Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
Berita Terkini
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved