Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Minggu, 26 Juli 2026 - 08:10 WIB
loading...
Demo besar yang digerakkan Partai Janta Kecoa berhasil memaksa Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri atas skandal kebocoran soal ujian masuk fakultas kedokteran. Foto/NDTV
A
A
A
NEW DELHI - Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri pada hari Sabtu. Sang menteri mundur setelah demo besar digerakkan Partai Janta Kecoa (CJP) menuntut pemecatannya atas serangkaian penyimpangan dalam ujian masuk fakultas kedokteran.
Partai Janta Kecoa (Cockroach Janta Party atau CJP) adalah sebuah gerakan politik satire berbasis media sosial di India yang digagas oleh Abhijeet Dipke. Uniknya, gerakan ini berhasil memikat jutaan anak muda dalam sekejap, bahkan mengalahkan popularitas partai berkuasa.
Baca Juga: Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Ribuan anak muda berkumpul di ibu kota dan di bagian lain negara itu selama sepekan terakhir, di bawah panji CJP melalui media sosial, menuntut perombakan sistem pendidikan dan pengunduran diri Pradhan.
"Saya sedih melihat peristiwa 10 hari terakhir. Ini bukan masalah harga diri pribadi bagi saya," kata Pradhan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.
"Saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada perdana menteri," imbuh Pradhan dalam suratnya dalam bahasa Hindi.
CJP mengatakan setelah pengunduran diri Pradhan bahwa semua tuntutan mereka telah dipenuhi dalam putaran pembicaraan berikutnya dan bahwa mereka membatalkan protes yang berpusat di lokasi demonstrasi Jantar Mantar di pusat New Delhi.
Polisi telah menembakkan gas air mata dan menyerang para demonstran dengan pentungan saat mereka mencoba berbaris dari lokasi tersebut ke parlemen minggu ini.
Pemerintah mengadakan dua putaran pembicaraan dengan para pemimpin CJP pada hari Senin dan Jumat, tetapi sedikit kemajuan yang dicapai pada awalnya, dengan gerakan yang dipimpin kaum muda tetap berpegang pada tuntutan mereka.
Pradhan mengumumkan pengunduran dirinya sebelum putaran pembicaraan ketiga.
"Kekuatan pemuda India adalah kekuatan sejati bangsa ini. Tekad saya adalah bahwa kita tidak akan membiarkan pemuda negara ini terjebak dalam lingkaran setan kebingungan," katanya, yang dikutip AFP, Minggu (26/7/2026).
Para pengunjuk rasa bersorak gembira setelah pengumuman Pradhan. "Kita telah berhasil," kata pendiri CJP, Abhijeet Dipke, disambut dengan sorak sorai meriah dari ratusan pengunjuk rasa.
CJP telah berkembang mencakup kekhawatiran tentang pengangguran, peluang bagi kaum muda, dan apa yang oleh para kritikus disebut sebagai gaya pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi yang semakin otoriter.
Protes tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan nasionalis Hindu pimpinan Modi sejak terpilih kembali pada tahun 2024.
Tuntutan lain para pengunjuk rasa termasuk kompensasi bagi mereka yang terkena dampak penyimpangan ujian dan agar kasus hukum terhadap para pengunjuk rasa dibatalkan, menurut juru bicara CJP Ashutosh Ranka.
Pemimpin oposisi India, Rahul Gandhi, memberikan dukungannya kepada para pengunjuk rasa untuk mendukung perjuangan mereka, menyebut pengunduran diri Pradhan sebagai "langkah besar".
Gandhi menyerukan agar Modi meminta maaf dan menghormati mahasiswa dan generasi masa depan India. "Tindakan harus diambil terhadap mereka yang bersalah melakukan kekerasan terhadap mahasiswa," katanya.
Sunil (27) yang datang ke lokasi protes untuk pertama kalinya pada hari Sabtu untuk merasakan suasananya, mengatakan; "Itu benar-benar menggetarkan, terutama setelah pengunduran diri menteri."
"Apa yang dilakukan para pemuda itu patut dipuji," katanya kepada AFP.
Partai Janta Kecoa (Cockroach Janta Party atau CJP) adalah sebuah gerakan politik satire berbasis media sosial di India yang digagas oleh Abhijeet Dipke. Uniknya, gerakan ini berhasil memikat jutaan anak muda dalam sekejap, bahkan mengalahkan popularitas partai berkuasa.
Baca Juga: Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Ribuan anak muda berkumpul di ibu kota dan di bagian lain negara itu selama sepekan terakhir, di bawah panji CJP melalui media sosial, menuntut perombakan sistem pendidikan dan pengunduran diri Pradhan.
"Saya sedih melihat peristiwa 10 hari terakhir. Ini bukan masalah harga diri pribadi bagi saya," kata Pradhan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.
"Saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada perdana menteri," imbuh Pradhan dalam suratnya dalam bahasa Hindi.
CJP mengatakan setelah pengunduran diri Pradhan bahwa semua tuntutan mereka telah dipenuhi dalam putaran pembicaraan berikutnya dan bahwa mereka membatalkan protes yang berpusat di lokasi demonstrasi Jantar Mantar di pusat New Delhi.
Polisi telah menembakkan gas air mata dan menyerang para demonstran dengan pentungan saat mereka mencoba berbaris dari lokasi tersebut ke parlemen minggu ini.
Pemerintah mengadakan dua putaran pembicaraan dengan para pemimpin CJP pada hari Senin dan Jumat, tetapi sedikit kemajuan yang dicapai pada awalnya, dengan gerakan yang dipimpin kaum muda tetap berpegang pada tuntutan mereka.
Pradhan mengumumkan pengunduran dirinya sebelum putaran pembicaraan ketiga.
"Kekuatan pemuda India adalah kekuatan sejati bangsa ini. Tekad saya adalah bahwa kita tidak akan membiarkan pemuda negara ini terjebak dalam lingkaran setan kebingungan," katanya, yang dikutip AFP, Minggu (26/7/2026).
Para pengunjuk rasa bersorak gembira setelah pengumuman Pradhan. "Kita telah berhasil," kata pendiri CJP, Abhijeet Dipke, disambut dengan sorak sorai meriah dari ratusan pengunjuk rasa.
CJP telah berkembang mencakup kekhawatiran tentang pengangguran, peluang bagi kaum muda, dan apa yang oleh para kritikus disebut sebagai gaya pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi yang semakin otoriter.
Protes tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan nasionalis Hindu pimpinan Modi sejak terpilih kembali pada tahun 2024.
Tuntutan lain para pengunjuk rasa termasuk kompensasi bagi mereka yang terkena dampak penyimpangan ujian dan agar kasus hukum terhadap para pengunjuk rasa dibatalkan, menurut juru bicara CJP Ashutosh Ranka.
Pemimpin oposisi India, Rahul Gandhi, memberikan dukungannya kepada para pengunjuk rasa untuk mendukung perjuangan mereka, menyebut pengunduran diri Pradhan sebagai "langkah besar".
Gandhi menyerukan agar Modi meminta maaf dan menghormati mahasiswa dan generasi masa depan India. "Tindakan harus diambil terhadap mereka yang bersalah melakukan kekerasan terhadap mahasiswa," katanya.
Sunil (27) yang datang ke lokasi protes untuk pertama kalinya pada hari Sabtu untuk merasakan suasananya, mengatakan; "Itu benar-benar menggetarkan, terutama setelah pengunduran diri menteri."
"Apa yang dilakukan para pemuda itu patut dipuji," katanya kepada AFP.
(mas)
Lihat Juga :