Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Minggu, 26 Juli 2026 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, enam hanggar rudal, 17 depot senjata, 12 tangki bahan bakar, tiga pusat logistik, enam pusat perawatan pesawat tempur, enam platform peluncur rudal, empat platform peluncur roket HIMARS, satu dermaga bahan bakar, satu fasilitas penyimpanan kapal permukaan tak berawak, satu pusat data intelijen, empat hanggar pesawat tempur, empat helikopter, dan enam depot rudal.
Lebih lanjut, juru bicara IRGC itu mengatakan bahwa lebih dari 200 tentara militer AS tewas setelah Washington melanggar nota kesepahaman (MoU). Dia menolak data korban militer AS versi Pentagon sebagai "kebohongan mutlak".
Menurut Mohebbi, jumlah personel militer AS yang terluka jauh lebih tinggi daripada jumlah korban tewas yang dilaporkan dan menantang Washington untuk mengizinkan jurnalis mengunjungi lokasi serangan untuk menilai korban secara independen.
Mohebbi juga memperingatkan bahwa Inggris, negara-negara Teluk, atau negara lain yang mendukung operasi militer AS terhadap Iran akan menjadi target yang sah.
Dia mengklaim bahwa pesawat pengebom B-1 AS baru-baru ini beroperasi dari pangkalan udara di Inggris dan memperingatkan bahwa jika London terus mendukung Washington secara militer, London akan menjadi "target yang pasti dan sah".
Lebih lanjut, juru bicara IRGC itu mengatakan bahwa lebih dari 200 tentara militer AS tewas setelah Washington melanggar nota kesepahaman (MoU). Dia menolak data korban militer AS versi Pentagon sebagai "kebohongan mutlak".
Menurut Mohebbi, jumlah personel militer AS yang terluka jauh lebih tinggi daripada jumlah korban tewas yang dilaporkan dan menantang Washington untuk mengizinkan jurnalis mengunjungi lokasi serangan untuk menilai korban secara independen.
Mohebbi juga memperingatkan bahwa Inggris, negara-negara Teluk, atau negara lain yang mendukung operasi militer AS terhadap Iran akan menjadi target yang sah.
Dia mengklaim bahwa pesawat pengebom B-1 AS baru-baru ini beroperasi dari pangkalan udara di Inggris dan memperingatkan bahwa jika London terus mendukung Washington secara militer, London akan menjadi "target yang pasti dan sah".
Lihat Juga :