Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:30 WIB
loading...
Yu Deng dan Hong Wang memecahkan masalah matematika yang paling sulit di dunia. Foto/X/@Math_files
A
A
A
BEIJING - Para matematikawan China Hong Wang dan Yu Deng menang bersama John Pardon dari AS dan Jacon Tsimerman dari Kanada. Mereka masing-masing memenangkan 15.000 dolar Kanada (USD10.500; £8.000).
Keduanya menang karena memecahkan masalah yang telah membingungkan para matematikawan selama lebih dari satu abad. Dan Wang yang berusia 35 tahun, yang mengajar di AS dan Prancis, adalah wanita ketiga yang menerima penghargaan tersebut.
Medali Fields, yang dianggap setara dengan Hadiah Nobel untuk matematika, diberikan pada hari Kamis di AS ketika komputasi manusia semakin ditantang oleh AI.
Prestasi ini telah menimbulkan gelombang di media sosial China.
Tagar "Medali Fields" dan "Matematikawan China pertama yang memenangkan Medali Fields" menghasilkan jutaan tayangan di berbagai platform media sosial, dari Weibo hingga Redmine.
"Kebanggaan seluruh rakyat China," bunyi komentar dari seorang pengguna Weibo.
"Kita sedang menyaksikan sejarah," kata yang lain.
Media China juga meliput secara luas kedua akademisi tersebut, dengan artikel yang merinci segala hal mulai dari latar belakang pendidikan dan minat pribadi mereka hingga arti prestasi mereka bagi negara.
"Bagi komunitas matematika China, ini adalah mimpi yang telah kami harapkan untuk diwujudkan selama beberapa dekade," kata Shing-Tung Yau, peraih Medali Fields etnis Tionghoa pertama.
Wang dan Zahl menganalisis masalah tersebut dengan asumsi bahwa pensil tersebut mengambang di ruang tiga dimensi, bukan di permukaan datar. Mereka menerbitkan studi mereka tahun lalu.
"Jika dugaan ini sangat menarik bagi orang-orang, itu karena fenomena semacam ini muncul secara alami dalam masalah dari berbagai bidang yang sangat berbeda," kata Wang kepada Kantor Berita AFP.
Pada tahun 1900, matematikawan Jerman David Hilbert mengajukan pertanyaan yang kemudian dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert: bagaimana perilaku suatu keseluruhan dapat dihitung berdasarkan pergerakan partikel individu.
Deng memecahkan masalah tersebut dengan mengamati perilaku gas.
Ia mengatakan bahwa merupakan "suatu kehormatan besar untuk nama saya tercantum setelah semua matematikawan hebat yang selalu saya kagumi".
Wang telah bekerja di bidang analisis harmonik, yang mempelajari pergerakan gelombang.
Medali Fields diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan berprestasi di bawah usia 40 tahun.
Meskipun awalnya ia mengambil jurusan ilmu bumi, ia pindah ke jurusan matematika setahun kemudian.
Setelah lulus, ia melanjutkan studi di luar negeri, belajar di Universitas Paris-Sud dan École Polytechnique di Prancis, dan meraih gelar doktor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Saat ini ia adalah seorang profesor di Universitas New York dan profesor tetap di Institut des Hautes Études Scientifiques (IHES) Prancis.
Pada Kamis malam, ia menerima telepon dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengucapkan selamat kepadanya atas penerimaan medali tersebut. "Ia mewujudkan keunggulan penelitian dan pelatihan kami," kata Macron dalam sebuah unggahan di X. "Pilih Prancis untuk sains," tambahnya.
Deng, yang mulai mengikuti kompetisi matematika sejak sekolah dasar, diterima di Universitas Peking pada tahun 2007 - tahun yang sama dengan Wang - tetapi pindah ke MIT pada tahun 2009.
Ia meraih gelar doktornya dari Universitas Princeton dan telah mengajar di Universitas Chicago sejak tahun 2024.
Keduanya menang karena memecahkan masalah yang telah membingungkan para matematikawan selama lebih dari satu abad. Dan Wang yang berusia 35 tahun, yang mengajar di AS dan Prancis, adalah wanita ketiga yang menerima penghargaan tersebut.
Medali Fields, yang dianggap setara dengan Hadiah Nobel untuk matematika, diberikan pada hari Kamis di AS ketika komputasi manusia semakin ditantang oleh AI.
Prestasi ini telah menimbulkan gelombang di media sosial China.
Tagar "Medali Fields" dan "Matematikawan China pertama yang memenangkan Medali Fields" menghasilkan jutaan tayangan di berbagai platform media sosial, dari Weibo hingga Redmine.
"Kebanggaan seluruh rakyat China," bunyi komentar dari seorang pengguna Weibo.
"Kita sedang menyaksikan sejarah," kata yang lain.
Media China juga meliput secara luas kedua akademisi tersebut, dengan artikel yang merinci segala hal mulai dari latar belakang pendidikan dan minat pribadi mereka hingga arti prestasi mereka bagi negara.
"Bagi komunitas matematika China, ini adalah mimpi yang telah kami harapkan untuk diwujudkan selama beberapa dekade," kata Shing-Tung Yau, peraih Medali Fields etnis Tionghoa pertama.
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
1. Wang Menjawab Pertanyaan Matematikawan Jepang
Bersama rekannya, Josh Zahl, Wang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh matematikawan Jepang Soichi Kakeya pada tahun 1917: Jika Anda memutar pensil sehingga berputar sepenuhnya, berapa luas terkecil yang disapunya?Wang dan Zahl menganalisis masalah tersebut dengan asumsi bahwa pensil tersebut mengambang di ruang tiga dimensi, bukan di permukaan datar. Mereka menerbitkan studi mereka tahun lalu.
"Jika dugaan ini sangat menarik bagi orang-orang, itu karena fenomena semacam ini muncul secara alami dalam masalah dari berbagai bidang yang sangat berbeda," kata Wang kepada Kantor Berita AFP.
2. Deng Memecahkan Masalah Keenam Hilbert
Deng, seorang profesor matematika berusia 37 tahun di Universitas Chicago, mendapat penghargaan atas karyanya dalam memecahkan masalah lain yang telah berusia seabad.Pada tahun 1900, matematikawan Jerman David Hilbert mengajukan pertanyaan yang kemudian dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert: bagaimana perilaku suatu keseluruhan dapat dihitung berdasarkan pergerakan partikel individu.
Deng memecahkan masalah tersebut dengan mengamati perilaku gas.
Ia mengatakan bahwa merupakan "suatu kehormatan besar untuk nama saya tercantum setelah semua matematikawan hebat yang selalu saya kagumi".
Wang telah bekerja di bidang analisis harmonik, yang mempelajari pergerakan gelombang.
Medali Fields diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan berprestasi di bawah usia 40 tahun.
3. Mencintai Matematika
Melansir BBC, Lahir pada tahun 1991 di kota wisata Guilin di wilayah selatan Guangxi, Wang melompati dua kelas di sekolah dasar dan diterima di Universitas Peking yang bergengsi di Tiongkok pada tahun 2007 pada usia 16 tahun.Meskipun awalnya ia mengambil jurusan ilmu bumi, ia pindah ke jurusan matematika setahun kemudian.
Setelah lulus, ia melanjutkan studi di luar negeri, belajar di Universitas Paris-Sud dan École Polytechnique di Prancis, dan meraih gelar doktor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Saat ini ia adalah seorang profesor di Universitas New York dan profesor tetap di Institut des Hautes Études Scientifiques (IHES) Prancis.
Pada Kamis malam, ia menerima telepon dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengucapkan selamat kepadanya atas penerimaan medali tersebut. "Ia mewujudkan keunggulan penelitian dan pelatihan kami," kata Macron dalam sebuah unggahan di X. "Pilih Prancis untuk sains," tambahnya.
Deng, yang mulai mengikuti kompetisi matematika sejak sekolah dasar, diterima di Universitas Peking pada tahun 2007 - tahun yang sama dengan Wang - tetapi pindah ke MIT pada tahun 2009.
Ia meraih gelar doktornya dari Universitas Princeton dan telah mengajar di Universitas Chicago sejak tahun 2024.
(ahm)
Lihat Juga :