Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Media China juga meliput secara luas kedua akademisi tersebut, dengan artikel yang merinci segala hal mulai dari latar belakang pendidikan dan minat pribadi mereka hingga arti prestasi mereka bagi negara.
"Bagi komunitas matematika China, ini adalah mimpi yang telah kami harapkan untuk diwujudkan selama beberapa dekade," kata Shing-Tung Yau, peraih Medali Fields etnis Tionghoa pertama.
Wang dan Zahl menganalisis masalah tersebut dengan asumsi bahwa pensil tersebut mengambang di ruang tiga dimensi, bukan di permukaan datar. Mereka menerbitkan studi mereka tahun lalu.
"Jika dugaan ini sangat menarik bagi orang-orang, itu karena fenomena semacam ini muncul secara alami dalam masalah dari berbagai bidang yang sangat berbeda," kata Wang kepada Kantor Berita AFP.
Pada tahun 1900, matematikawan Jerman David Hilbert mengajukan pertanyaan yang kemudian dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert: bagaimana perilaku suatu keseluruhan dapat dihitung berdasarkan pergerakan partikel individu.
Deng memecahkan masalah tersebut dengan mengamati perilaku gas.
Ia mengatakan bahwa merupakan "suatu kehormatan besar untuk nama saya tercantum setelah semua matematikawan hebat yang selalu saya kagumi".
Wang telah bekerja di bidang analisis harmonik, yang mempelajari pergerakan gelombang.
"Bagi komunitas matematika China, ini adalah mimpi yang telah kami harapkan untuk diwujudkan selama beberapa dekade," kata Shing-Tung Yau, peraih Medali Fields etnis Tionghoa pertama.
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
1. Wang Menjawab Pertanyaan Matematikawan Jepang
Bersama rekannya, Josh Zahl, Wang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh matematikawan Jepang Soichi Kakeya pada tahun 1917: Jika Anda memutar pensil sehingga berputar sepenuhnya, berapa luas terkecil yang disapunya?Wang dan Zahl menganalisis masalah tersebut dengan asumsi bahwa pensil tersebut mengambang di ruang tiga dimensi, bukan di permukaan datar. Mereka menerbitkan studi mereka tahun lalu.
"Jika dugaan ini sangat menarik bagi orang-orang, itu karena fenomena semacam ini muncul secara alami dalam masalah dari berbagai bidang yang sangat berbeda," kata Wang kepada Kantor Berita AFP.
2. Deng Memecahkan Masalah Keenam Hilbert
Deng, seorang profesor matematika berusia 37 tahun di Universitas Chicago, mendapat penghargaan atas karyanya dalam memecahkan masalah lain yang telah berusia seabad.Pada tahun 1900, matematikawan Jerman David Hilbert mengajukan pertanyaan yang kemudian dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert: bagaimana perilaku suatu keseluruhan dapat dihitung berdasarkan pergerakan partikel individu.
Deng memecahkan masalah tersebut dengan mengamati perilaku gas.
Ia mengatakan bahwa merupakan "suatu kehormatan besar untuk nama saya tercantum setelah semua matematikawan hebat yang selalu saya kagumi".
Wang telah bekerja di bidang analisis harmonik, yang mempelajari pergerakan gelombang.
Lihat Juga :