AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Jum'at, 24 Juli 2026 - 14:40 WIB
loading...
Asap mengepul setelah Iran melancarkan serangan rudal ke markas utama Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Manama sebagai balasan atas serangan AS-Israel, di Bahrain, 28 Februari 2026. Foto/Stringer/Anadolu Agency
A
A
A
AMMAN - Sebanyak 12 tentara Amerika Serikat menderita luka serius dalam serangan rudal dan drone Iran di Yordania dan negara-negara lain selama bulan Juli. Kabar itu diungkap seorang pejabat militer AS yang dikutip The New York Times.
Pejabat tersebut mengatakan pasukan yang terluka diterbangkan ke rumah sakit militer AS di Jerman untuk perawatan.
Mereka termasuk di antara sekitar 100 anggota militer AS yang menurut Pentagon telah terluka dalam serangan Iran sejak awal Juli.
Pejabat tersebut menambahkan sekitar 50 korban dari luka-luka tersebut diderita selama serangan baru-baru ini terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS di Yordania.
The New York Times melaporkan Komando Pusat AS tidak diwajibkan untuk mengungkapkan informasi tentang anggota militer yang terluka, terutama jika mereka segera kembali bertugas.
Pejabat tersebut mengatakan penyelidikan terhadap serangan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, yang menewaskan tiga tentara AS dan melukai lainnya, masih berlangsung.
Ia juga mengatakan sistem radar di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber di Kuwait hancur sekitar tanggal 20 Juli, hanya enam bulan setelah mulai beroperasi.
Selain itu, satu gudang di fasilitas angkatan laut di Bahrain terkena serangan, sementara Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait mengalami kerusakan terbatas.
Satu tenda militer besar di lokasi AS di dalam Bandara Internasional Erbil di Irak juga hancur.
Baca juga: IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pejabat tersebut mengatakan pasukan yang terluka diterbangkan ke rumah sakit militer AS di Jerman untuk perawatan.
Mereka termasuk di antara sekitar 100 anggota militer AS yang menurut Pentagon telah terluka dalam serangan Iran sejak awal Juli.
Pejabat tersebut menambahkan sekitar 50 korban dari luka-luka tersebut diderita selama serangan baru-baru ini terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS di Yordania.
The New York Times melaporkan Komando Pusat AS tidak diwajibkan untuk mengungkapkan informasi tentang anggota militer yang terluka, terutama jika mereka segera kembali bertugas.
Pejabat tersebut mengatakan penyelidikan terhadap serangan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, yang menewaskan tiga tentara AS dan melukai lainnya, masih berlangsung.
Ia juga mengatakan sistem radar di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber di Kuwait hancur sekitar tanggal 20 Juli, hanya enam bulan setelah mulai beroperasi.
Selain itu, satu gudang di fasilitas angkatan laut di Bahrain terkena serangan, sementara Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait mengalami kerusakan terbatas.
Satu tenda militer besar di lokasi AS di dalam Bandara Internasional Erbil di Irak juga hancur.
Baca juga: IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
(sya)
Lihat Juga :