IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jum'at, 24 Juli 2026 - 13:28 WIB
loading...
IRGC Iran luncurkan serangan rudal yang diklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM di pangkalan Amerika di Yordania. Foto/Tasnim News Agency
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan rudal pada hari Kamis telah menghancurkan sistem pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika Serikat (AS) di pangkalan militer Amerika di Yordania.
Dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Tasnim News Agency, Jumat (24/7/2026), IRGC juga menyebutkan pembakaran tangki bahan bakar, penghancuran gudang peralatan helikopter besar serta hanggar perawatan dan perbaikan helikopter di pangkalan tersebut.
Baca Juga: Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Pernyataan IRGC ditujukan kepada rakyat Yordania, dengan mengatakan: “Saudara-saudara Anda di IRGC, sebagai hukuman atas tentara Amerika yang membunuh anak-anak dan sebagai tanggapan atas agresi berulang terhadap wilayah Republik Islam Iran, menghancurkan radar sistem pertahanan rudal THAAD Amerika dengan serangan kilat di pangkalan-pangkalan Amerika (di Yordania). Sistem Patriot dan radar C-RAM juga menjadi sasaran dan dihancurkan, dan tangki bahan bakar pangkalan Amerika dibakar.”
“Terkadang dikatakan bahwa Iran telah melanggar kemerdekaan, integritas wilayah, dan kedaulatan negara dengan serangannya, sementara penilaian seperti itu sama sekali tidak benar. Menurut pendapat kami, kemerdekaan, integritas wilayah, dan kedaulatan pemerintah Anda sepenuhnya dihormati,” lanjut pernyataan IRGC.
“Tempat seperti apa pangkalan Amerika di suatu negara? Di mana, tanpa kendali penjaga perbatasan Anda, orang Amerika dan siapa pun yang mereka inginkan, terkadang tahanan dari negara lain masuk dan keluar, penjaga militer AS menegakkan disiplin di sana, bukan penjaga militer Anda, hakim Amerika mengadili kejahatan yang terjadi di sana, bukan hakim Anda, hukum Amerika berlaku di sana, bukan hukum Anda, dan bukan hanya militer Anda, bahkan menteri pertahanan Anda pun tidak berhak masuk tanpa izin dari penjaga AS?” imbuh IRGC.
Lebih lanjut, IRGC menyatakan: “Jadi Amerika-lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami. Kami menyerang tanah yang diduduki oleh tentara AS. Tentara yang tidak mengenal apa pun selain kejahatan.”
“Kemarin, warga Minab yang berduka menguburkan jenazah anak-anak mereka, yang ditemukan saat mencari di bawah reruntuhan. Mereka adalah 168 siswa yang gugur pada hari pertama perang ini dalam serangan tentara Amerika yang membunuh anak-anak (pada 28 Februari 2026). Kejahatan ini terus berlanjut, beberapa di antaranya menggunakan pangkalan Amerika di tanah Yordania. Adalah hak hukum, agama, dan logika kami untuk menargetkan agresor dan pembunuh anak-anak kami dari mana pun mereka menyerang. Terima kasih atas kerja sama Anda.”
Sementara itu, militer AS mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan malam ke-13 terhadap Iran seiring meningkatnya bentrokan terkait jalur perairan Selat Hormuz. Serangan ini berlangsung pada Kamis malam waktu Washington atau Jumat dini hari waktu Teheran.
Sebelumnya, pada hari Kamis, kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengatakan mereka telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, yang berpotensi memperluas perang Iran saat harga minyak internasional mencapai lebih dari USD100 per barel.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan terbaru ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi perairan regional saat Amerika berupaya merebut kembali kendali atas Selat Hormuz dan memulihkan arus pelayaran internasional.
Tak lama kemudian, media pemerintah Iran melaporkan ledakan di sepanjang selat di Bandar Abbas dan Qeshm, serta di barat laut dekat Andimeshk dan Omidiyeh.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan apa yang dia sebut sebagai "hukuman militer besar" terhadap Houthi jika serangan mereka terhadap kapal-kapal di Laut Merah terus berlanjut.
"Jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, karena Houthi adalah proksi dan/atau kaki tangan Iran, dan hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kepada Houthi sendiri," tulis Trump di Truth Social.
Dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Tasnim News Agency, Jumat (24/7/2026), IRGC juga menyebutkan pembakaran tangki bahan bakar, penghancuran gudang peralatan helikopter besar serta hanggar perawatan dan perbaikan helikopter di pangkalan tersebut.
Baca Juga: Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Pernyataan IRGC ditujukan kepada rakyat Yordania, dengan mengatakan: “Saudara-saudara Anda di IRGC, sebagai hukuman atas tentara Amerika yang membunuh anak-anak dan sebagai tanggapan atas agresi berulang terhadap wilayah Republik Islam Iran, menghancurkan radar sistem pertahanan rudal THAAD Amerika dengan serangan kilat di pangkalan-pangkalan Amerika (di Yordania). Sistem Patriot dan radar C-RAM juga menjadi sasaran dan dihancurkan, dan tangki bahan bakar pangkalan Amerika dibakar.”
“Terkadang dikatakan bahwa Iran telah melanggar kemerdekaan, integritas wilayah, dan kedaulatan negara dengan serangannya, sementara penilaian seperti itu sama sekali tidak benar. Menurut pendapat kami, kemerdekaan, integritas wilayah, dan kedaulatan pemerintah Anda sepenuhnya dihormati,” lanjut pernyataan IRGC.
“Tempat seperti apa pangkalan Amerika di suatu negara? Di mana, tanpa kendali penjaga perbatasan Anda, orang Amerika dan siapa pun yang mereka inginkan, terkadang tahanan dari negara lain masuk dan keluar, penjaga militer AS menegakkan disiplin di sana, bukan penjaga militer Anda, hakim Amerika mengadili kejahatan yang terjadi di sana, bukan hakim Anda, hukum Amerika berlaku di sana, bukan hukum Anda, dan bukan hanya militer Anda, bahkan menteri pertahanan Anda pun tidak berhak masuk tanpa izin dari penjaga AS?” imbuh IRGC.
Lebih lanjut, IRGC menyatakan: “Jadi Amerika-lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami. Kami menyerang tanah yang diduduki oleh tentara AS. Tentara yang tidak mengenal apa pun selain kejahatan.”
“Kemarin, warga Minab yang berduka menguburkan jenazah anak-anak mereka, yang ditemukan saat mencari di bawah reruntuhan. Mereka adalah 168 siswa yang gugur pada hari pertama perang ini dalam serangan tentara Amerika yang membunuh anak-anak (pada 28 Februari 2026). Kejahatan ini terus berlanjut, beberapa di antaranya menggunakan pangkalan Amerika di tanah Yordania. Adalah hak hukum, agama, dan logika kami untuk menargetkan agresor dan pembunuh anak-anak kami dari mana pun mereka menyerang. Terima kasih atas kerja sama Anda.”
Serangan AS Hari Ke-13
Sementara itu, militer AS mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan malam ke-13 terhadap Iran seiring meningkatnya bentrokan terkait jalur perairan Selat Hormuz. Serangan ini berlangsung pada Kamis malam waktu Washington atau Jumat dini hari waktu Teheran.
Sebelumnya, pada hari Kamis, kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengatakan mereka telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, yang berpotensi memperluas perang Iran saat harga minyak internasional mencapai lebih dari USD100 per barel.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan terbaru ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi perairan regional saat Amerika berupaya merebut kembali kendali atas Selat Hormuz dan memulihkan arus pelayaran internasional.
Tak lama kemudian, media pemerintah Iran melaporkan ledakan di sepanjang selat di Bandar Abbas dan Qeshm, serta di barat laut dekat Andimeshk dan Omidiyeh.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan apa yang dia sebut sebagai "hukuman militer besar" terhadap Houthi jika serangan mereka terhadap kapal-kapal di Laut Merah terus berlanjut.
"Jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, karena Houthi adalah proksi dan/atau kaki tangan Iran, dan hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kepada Houthi sendiri," tulis Trump di Truth Social.
(mas)
Lihat Juga :