Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jum'at, 24 Juli 2026 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
IRGC juga menuduh Washington berupaya menggunakan seruan negosiasi ulang guna mengulur waktu untuk mengisi kembali kemampuan militernya sebelum melanjutkan serangan, dan mengatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan AS mengambil keuntungan dari apa yang digambarkan sebagai “gencatan senjata yang menipu".
Ketegangan regional tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari. Teheran menanggapi dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset militer AS di seluruh Teluk.
Meskipun kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik, ketegangan kembali meningkat pekan lalu di Selat Hormuz, yang memicu pertukaran serangan baru dan ancaman baru AS untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran.
Sementara itu, pemerintah Inggris merespons peringatan IRGC dengan mengatakan bahwa angkatan bersenjatanya siap melindungi negara dari serangan apa pun.
“Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris Raya dari segala jenis serangan, baik di wilayah kita maupun dari luar negeri. Inggris siap siaga 24/7 untuk membela diri,” kata pemerintah melalui seorang juru bicaranya yang dikutip Reuters, Jumat (24/7/2026).
Ketegangan regional tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari. Teheran menanggapi dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset militer AS di seluruh Teluk.
Meskipun kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik, ketegangan kembali meningkat pekan lalu di Selat Hormuz, yang memicu pertukaran serangan baru dan ancaman baru AS untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran.
Sementara itu, pemerintah Inggris merespons peringatan IRGC dengan mengatakan bahwa angkatan bersenjatanya siap melindungi negara dari serangan apa pun.
“Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris Raya dari segala jenis serangan, baik di wilayah kita maupun dari luar negeri. Inggris siap siaga 24/7 untuk membela diri,” kata pemerintah melalui seorang juru bicaranya yang dikutip Reuters, Jumat (24/7/2026).
Lihat Juga :