Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:31 WIB
loading...
Selamat dari Serangan...
Kapal kargo Thailand Mayuree Naree terkena serangan di Selat Hormuz. Foto/royal thai navy
A A A
BANGKOK - Tiga pelaut yang selamat dari serangan terhadap kapal kargo Thailand Mayuree Naree menggugat pemilik kapal. Mereka menuduh peringatan Iran diabaikan oleh pemilik kapal sebelum serangan tersebut.

Kapal itu dihantam pada 11 Maret dalam serangan yang menewaskan tiga awak kapal.

“Saat saya mendengar ledakan itu, saya pikir itu sudah berakhir. Saya tahu sesuatu yang serius telah terjadi. Ledakan biasa tidak akan sekeras itu – sangat keras sehingga benar-benar mengejutkan saya,” kata Panithi Tumkaew, salah satu dari tiga pelaut tersebut.

Dia mengatakan dia tidak sanggup lagi kembali ke laut dan terpaksa meninggalkan pekerjaannya, hanya menerima gaji tertunggak sebesar USD5.000.

Kasus ini telah menarik perhatian pada risiko yang dihadapi para pelaut di tengah krisis Hormuz, aspek konflik yang telah tertutupi oleh dampaknya pada pasar energi dan pupuk.

Puluhan ribu pelaut, banyak yang terdampar selama lebih dari enam bulan, telah menanggung dampak terberat dari gangguan tersebut.

Para awak kapal dari Asia Tenggara, yang berasal dari negara-negara termasuk Filipina, Indonesia, Myanmar, dan Thailand, merupakan tulang punggung pelayaran global, meskipun banyak di antara mereka masih enggan untuk bersuara karena takut kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved